Generasi muda pemimpin nasional harus diberi ruang dalam pentas perpolitikan di sekitar tahun 2014, karena akan menjadi penentu pembaharuan nasional ke depan.
Hal itu dinyatakan Calon wakil gubernur Jawa Barat, Teten Masduki, ketika menjadi pembicara dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Minggu (20/1).
Menurut Teten, tahun 2019 akan mengalami pergantian generasi politik, yang sebagian besar dilahirkan dari rahim reformasi. Diperkirakan karakter pemimpin seperti Jokowi yang akan muncul.
Teten menekankan hal ini akan menentukan dinamika politik setelah reformasi, apakah mereka akan membuat terobosan pemikiran-pemikiran atau hanya akan melanjutkan produk-produk masa lalu.
"2014 akan menjadi pertarungan. Di situ akan dilihat apakah pemuda akan eksis atau hanya sebagai penumpang atau pengikut saja. Ini masalah krusial bagi pemuda saat ini," kata Teten.
Karena itu, menurutnya, anak muda sekarang harus segera mengambil peran, sikap dan membangun legitimasi di masyarakat. Kalau tidak punya legitimasi di masyarakat, maka dipastikan dari segi pemikiran di 2019 nanti, generasi baru tidak akan terjadi.
"Membangun jati diri membangun eksistensi dirinya di masyarakat, di politik. Pemuda harus berani mengambil sikap untuk menyelesaikan persoalan bangsa ini," katanya.
