Headlines News :

Pengikut

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Tampilkan postingan dengan label Info Terkini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Terkini. Tampilkan semua postingan

Ayi Vivananda : Ayi Vivananda dan Ambu Rieke Bersillaturrahmi Ke Warga Kec. Bojongloa Kidul


Kang Ayi Vivananda bersama rieke diah pitaloka bersillaturrahmi dengan warga Kecamatan. Bojongloa Kidul, Kedatangan Kang Ayi dan Ambu Rieke disambut baik oleh warga sekitar bahkan warga berebutan ingin bersalaman dengan keng Ayi Vivananda dan Ambu Rieke Diah Pitaloka.

Bahkan mereka meminta untuk dapat diphoto bareng bersama Kang Ayi Vivananda dan Ambu Rieka Diah Pitaloka, warga sangat senang sekali dengan kedatangannya Kang Ayi Vivananda dan Rieke Diah Pitaloka dilingkungan mereka.

Bambang-Said Targetkan Raih Angka Aman


JAKARTA-Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, Bambang DH-Said Abdullah mengaku tidak gentar menghadapi pasangan incumbent gubernur, Soekarwo-Syaifullah Yusuf. Pasangan yang diusung PDI Perjuangan ini terus bekerja keras merebut hati rakyat untuk memenangkan kompetisi pilgub 2013 ini. “Kita tidak gentar lawan siapa saja karena kita tau, kita pasti menang,” ujar Calon wakil Gubernur Jawa Timur, Said Abdullah usai menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit, Dr Soetomo Surabaya, Rabu (12/6).

Pasangan Bambang-Said kata dia sudah siap menghadapi kompetisi pilgub Jawa Timur, siapapun yang akan menjadi lawan nanti. “Apakah 4 pasang paket, 3 pasang paket ataupun head to head Bambang-Said versus Soekarwo-Syaefullah Yusuf, kita siap. Kita tidak gentar,” ujar Said dengan nada optimis.

Salah satu modal pasangan yang mengusung tema “Jempol untuk Jawa Timur Baru ini menurut Said, kekuatan mesin partai PDI Perjuangan. Struktur partai mulai pusat sampai daerah sangat solid. Karena itu, Said optimis bisa menumbangkan pasangan incumbent. “Sudah ada instruksi dari Ketua Umum, agar seluruh kader PDI Perjuangan Jawa Timur memenangkan Bambang-Said,” tegas dia.

Sementara itu, calon gubernur Jawa Timur, Bambang DH mengaku terus menjalin komunikasi dengan kandidat lain yang akan bertarung di pilgub Jawa Timur. “Jadi, komunikasi tidak perlu menunggu hasil verifikasi KPU. Sekarangpun saya membangun komunikasi dengan semuanya, baik itu dengan pasangan Khofifah maupun pasangan Egy Sujana,” jelas dia.

Tak hanya itu, Bambang juga menjalin komunikasi dengan pasangan Soekarwo-Syaefullah Yusuf. “Namanya saja teman, pasti kontak-kontakan. Kita ingin mengajak teman-teman ini bertarung dengan baik,” jelas dia.
Ketiga ditanya soal target perolehan suara di pilgub Jawa Timur, Bambang menargetkan pasangan Bambang-Said berusaha meraih suara pada angka aman. Berdasarkan hasil simulasi jika yang bertarung dipilgub Jawa Timur lebih dari 2 pasang kandidat maka prosentasi perolehan suara mencapai 43 persen. “Ini angka aman untuk menang,” tegas Bambang.

Tetapi jika calonnya hanya 2 pasang saja maka tim akan melakukan simulasi lagi. “Yang pasti, target kita minimal 51 persen. Ini target aman kita. Namun, kita akan usahakan diatas angka aman sekitar 60 persen dengan margin error 2 persen. Saat ini, tim kami sedang melakukan simulasi, kalau 2 pasang calon berapa persen, 3 pasang calon berapa persen dan 4 pasang calon berapa persen. Intinya, target kita diatas angka aman,” imbuh dia

Bambang-Said siap tarung dengan incumbent di Pilgub Jatim


LENSAINDONESIA.COM: Bakal pasangan cagub-cawagub yang diusung PDIP, Bambang DH-Said Abdullah menyatakan siap bertarung secara fair dalam Pilgub Jawa Timur 2013.

“Kalau semuanya lolos senang saya, kita bisa tarung ramai-ramai, yang jelas apapun kondisinya kita siap,” tegas Bambang DH pada LICOM, Kamis (13/6/2013).

Baca juga: Pemprov siapkan 784 M untuk Pilgub Jatim satu putaran dan PKB Kecewa putusan sidang pleno KPU Jatim

Bahkan dengan pasangan incumbent, Soekarwo- Saifullah Yusuf (KarSa), Bambang DH menegaskan tak takut bersaing untuk mendapat dukungan suara dari masyarakat Jatim. “Saya sama Pak Said selama ini menguatkan internal kami (PDIP). Sosialisasi kita adakan di setiap kota/kabupaten dan juga menyapa seluruh masyarakat, organisasi sosial, keagamaan dan kepemudaan,” sambung mantan Walikota Surabaya ini.

Dikonfirmasi terkait tudingan adanya upaya penjegalan dari pasangan calon lain dengan kasus dukungan ganda dua parpol, dia menolak mengomentarinya. Bambang berharap, semua calon bisa lolos ikut maju di pilgub. “Makin banyak makin bagus. Artinya masyarakat punya banyak pilihan. Ibarat di rumah tangga, masa makannya rawon terus?,” pungkasnya.

Bambang DH: Saya Senang Bisa Tarung Ramai-Ramai


TEMPO.CO, Surabaya-Bakal calon gubernur Jawa Timur dari PDI Perjuangan Bambang Dwi Hartono mengaku senang jika seluruh kandidat lolos bertarung di bursa Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 29 Agustus 2013 mendatang. "Kalau semuanya lolos, senang bisa tarung ramai-ramai," kata Bambang pada wartawan setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di Graha Amerta RS Dr Soetomo Surabaya, Rabu, 12 Juni 2013. 

Menanggapi bakal calon gubernur Khofifah Indar Parawansa yang terancam gugur, Bambang menilai hal itu bisa saja terjadi karena yang dihadapi adalah pasangan petahana, Soekarwo dan Saifullah Yusuf. Namun apapun kondisinya, mantan wakil walikota Surabaya ini tetap siap. Termasuk jika harus head to head dengan Soekarwo. "Ada calon berapapun saya percaya diri," ujarnya optimis. 

Menurutnya, ia bersama Said Abdullah sudah berbagi tugas melakukan sosialisasi internal PDIP ke kabupaten/kota di Jawa Timur. Sekarang keduanya pun mulai merambah massa eksternal seperti organisasi kepemudaan dan keagamaan.

Ia mengaku siap lahir batin dan tidak gentar bertarung dengan siapapun. Makin banyak kandidat, makin bagus karena bisa memberikan pilihan yang berbeda. "Ibarat bumbu rumah tangga, makannya masak rawon terus, sekali-sekali tahu campur," ujarnya. 

Bakal calon gubernur yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa Khofifah Indar Parawansa menegaskan akan mengikuti apa yang sudah menjadi keputusan Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur dalam pleno 9 Juni 2013 lalu. Dirinya akan mengikuti apa yang diminta KPU. Ia menyerahkan tugas itu kepada timnya. "Saya tidak masuk pada area itu terlalu dalam. Sudah ada tim yang melobi," ujarnya.




Sebelumnya KPU menilai syarat dukungan Partai Persatuan Nahdlatul Ulama Indonesia dan Partai Kedaulatan kepada Khofifah tidak sah dan meminta perbaikan yakni harus ditanda tangani ketua umum dan sekretaris jenderal partai. Ia juga menegaskan optimis lolos bertarung dalam bursa Pemilu kepala daerah.

SOEKARWO DAN SAIFULLAH YUSUH HARUS TIRU BAMBANG DH


SURABAYA (suarakawan.com) – Mencalonkan kembali sebagai gubernur dalam Pilgub Jatim 2013, Gubernur JawaTimur Soekarwo dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf didesak untuk mundur dari jabatannya. Keduanya harus meniru Bambang DH yang mundur sebagai Wakil Walikota Surabaya setelah memutuskan maju dalam Pilgub Jatim 2013.

“Seharusnya Soekarwo dan Saifullah Yusuf mundur dari jabatan gubernur dan wakil gubernur (Wagub). Tidak seperti sekarang, mencalonkan lagi tapi tetap mempertahankan jabatannya,” kata Bakal Calon Gubernur (Bacagub) independen, Eggi Sudjana kepada wartawan di Surabaya, Rabu (12/06).

Jika keduanya tidak mundur, menurut Eggi, maka akan semakin mudah bagi calon incumbent itu memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan Pilgub. Seperti, Gedung Negara Grahadi dan mobil dinas. Gedung Grahadi yang diperuntukkan kepentingan kedinasan, sering dipakai melakukan pertemuan dengan partai politik pendukungnya.

“Demikian pula mobil dinas. Tak jarang dipakai untuk kepentingan pribadi. Mereka juga mudah menggunakan anggaran untuk kepentingan pencalonannya. Beda dengan kami yang memakai dana pribadi. Sudah begitu, saya diganjal lagi,” ujarnya.

Apakah ada aturan yang mengharuskan Gubernur dan Wagub mundur jika mencalonkan lagi. Eggi mengaku tidak ada. Tapi, agar Pilgub berlangsung fair, maka selayaknya mundur dari jabatan. “Kalau dulu ada aturannya, sekarang tidak ada,” tegasnya.

Eggi yang juga pengacara ini juga menyayangkan upaya penjegalan kepada Bacagub Khofifah Indar Parawansa. Ketua Umum PP Muslimat NU itu tidak melakukan kesalahan, namun kenapa dijegal. “Saya prihatin dengan Khofifah yang didzalimi. Itu bukan kesalahan Khofifah, tapi partai. Jangan didiskualifikasi,” ucapnya.

Tiga Cagub Jatim Jalani Tes Kesehatan


TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Tiga bakal pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur Jatim menjalani tes kesehatan, Rabu (12/6/2013) hari ini, di RSU Graha Amerta, Surabaya.

Ketiganya, adalah pasangan Bambang DH-Said Abdullah yang diusung PDIP. 

Lalu pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja yang diusung PKB, PKPI, PKPB, dan PMB serta dua partai, PK dan PPNUI yang dukungannya masih dinyatakan bermasalah alias tidak memenuhi syarat (TMS).

Kemudian pasangan Eggi Sudjana-Muhammad Sihat yang maju lewat jalur independen.

Komisioner KPU Jatim Agus Fauzi Mahfudz mengatakan, tes kesehatan untuk masing-masing dari tiga bakal paslon cagub-cawagub digelar selama dua hari, pada 12-13 Juni 2013.

Sedangkan untuk bakal paslon yang belum, yakni Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) akan menjalani tes kesehatan pada 17-18 Juni nanti.

Pilgub Jatim, Bambang DH Optimistis Mesin Politik PDIP Lebih Solid


Metrotvnews.com, Sidoarjo: Calon Gubernur Jawa Timur Bambang Dwi Hartono optimistis mesin politik Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia saat ini lebih solid dibandingkan saat pemilihan gubernur Jawa Timur tahun 2008 lalu.

Dengan kondisi mesin partai yang solid, Bambang DH optimistis dirinya bersama Said Abdullah bisa menjadi pemenang dalam perhelatan pemilihan gubernur Jawa Timur Agustus mendatang. 

Keyakinan Bambang ini disampaikan di sela acara sosialisasi rekomendasi pencalonan dirinya bersama Said Abdullah di hadapan seribuan kader PDIP di Gedung Olahraga Bulu Tangkis Kabupaten Sidoarjo, Minggu (9/6). 

Ini adalah sebagian kegiatan Bambang dalam mensosialisasikan rekomendasi namanya ke semua pengurus dan kader DPC PDIP di seluruh Provinsi Jawa Timur.

Di hadapan kader PDIP ini Bambang menegaskan bahwa sudah saatnya gubernur Jawa Timur dipegang kader PDIP. Bambang berharap kader PDIP berjuang keras untuk memenangkan pasangan yang sudah direkomendasikan DPP PDIP yaitu dirinya dengan Said Abdullah.

Sejak rekomendasi DPP PDIP turun, Bambang bersama Said Abdullah berbagi tugas untuk melakukan sosialisasi ke seluruh DPC PDIP Jawa Timur. 

Saat ini sebagian besar DPC PDIP di Jawa Timur sudah didatangi dan tinggal menyisakan beberapa wilayah yaitu Trenggalek, Jombang, Nganjuk, Lamongan dan Kota Malang.

Dari puluhan kantor DPC PDIP yang sudah didatangi bambang mengaku bangga dengan semangat kader PDIP dalam mendukung dirinya bersama Said Abdullah.

Tidak hanya semangat, Bambang mengklaim mesin partai PDIP saat ini sangat solid bahkan jauh lebih solid dibandingkan pemilihan gubernur Jawa Timur tahun 2008 lalu.

“Dan dari semua kantor DPC yang sudah saya datangi, suasananya seperti yang seperti anda lihat di Sidoarjo ini yaitu semangat dan solid,” kata Bambang.

Apabila mesin partai solid seperti ini, Bambang yakin dirinya bisa menjadi pemenang dalam pemilihan gubernur Jawa Timur tahun 2013 ini.

Kemenangan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah juga dinilai sebagai penyemangat partai untuk memenangkan dirinya sebagai
gubernur Jawa Timur mendatang.

Tokoh Pasuruan Ajak Masyarakat Dukung Bambang-Said


PASURUAN – Pemenang Kalpaltaru 2005 yang juga salah seorang tokoh masyarakat Pasuruan, Mukarim meminta seluruh warga masyarakat Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan memilih pasangan Bambang DH-Said Abdullah dalam ajang pemilihan gubernur Jawa Timur mendatang. Keduanya merepresentasi figur pemimpin yang dibutuhkan masyarakat Jawa Timur saat ini. “Yang dibutuhkan rakyat Jawa Timur saat ini adalah pemimpin yang mau menyapa rakyatnya secara langsung. Artinya, pemimpin harus turun ke bawah,” ujar Makarim disela-sela acara Temu Lapang Kontak Tani dan Nelayan se Kecamatan Nguling, di Pasuruan, Jumat (7/6).

Mukarim mengaku, perhatian pemerintah Jawa Timur terhadap masyarakat sangat rendah. “Sejak saya menerima Kalpaltaru, gubernur Jawa Timur tidak pernah menginjakan kaki disini. Mudah-mudahan, kalau pak Said terpilih menjadi wakil gubernur, harus ada sedikit perhatian kepada warga masyarakat Nguling,” ujar dia.

Dia mengaku, sudah menanam mangrove sudah lama. Namun, hingga saat ini, belum pernah mendapat honor, baik dari pemerintah pusat maupun daerah. “Sudah 27 tahun saya menanam mangrove, tetapi sepeserpun, saya tidak pernah menerima uang dari pemerintah,” jelas dia.

Makarim mengeritik pemerintah Jawa Timur yang tidak memiliki kepedulian terhadap upaya pelestarian lingkungan. Ini terlihat dari tidak adanya dukungan dana dari pemda Jawa Timur untuk petani Mangrove ini. “Hidup saya diabdikan untuk pelestarian alam. Saya berbagi ilmu dengan segenap masyarakat yang peduli lingkungan. Tetapi anehnya, dari pemerintahan tidak ada perhatian,” ujar dia.

Karena itu, Makarim berharap terjadinya perubahan pemimpin di Jawa Timur ke depan. Artinya, pemimpin yang benar-benar memperhatikan rakyat kecil. ”Saya berharap agar Bambang-Said dipercaya oleh warga Jawa Timur untuk memimpin Jawa Timur 5 tahun kedepan. Saya berdoa semoga pak Said sukses dan mohon kepada masyarakat Pantura, untuk memilih pak Said, Mudah-mudahan, kalau pak Said terpilih, perhatikan nasib orang Penunggul ini. Alokasikan dana untuk kami disini. Kami sudah berbuat untuk negara, tetapi perhatian negara sangat rendah alias nol,” harap dia.

Dia mengaku, wisata Mangrove yang ada di Pasuruan bukan hanya kekayaan Jawa Timur, tetapi sudah menjadi aset nasional sehingga sangat perlu dijaga kelestariannya. “Disini menjadi tempat penelitian mangrove, bukan saja oleh orang Indonesia, tetapi juga orang asing. Barusan saya terima 8 negara disini, dari Belanda sampai 25 hari,” kata dia.

Menurut dia, Indonesia semestinya pantas bersyukur karena berdasarkan penelitian, Mangrove yang ada di desa Penunggul ini terbaik di Indonesia. “Makanya, saya mendapat penghargaan Kalpaltaru dari Presiden 2005. Luas hutan mangrove ini sekitar 100 ha. Ini artinya, setiap desa ditanami mangrove. Namun yang menjadi persoalan sekarang, jalan ke pantai agak susah karena pinggir pantai ditumbuhi tanaman mangrove. Ini yang banyak dikeluhkan,” jelas dia.

Untuk itu, Makarim berharap agar Said Abdullah membantu membangun jembatan yang membelah hutan Mangrove ke laut sehingga akses masyarakat ke laut bisa lebih mudah. Sementara itu, cawagub Jawa Timur, Said Abdullah mengaku siap membantu pembangunan jembatan tersebut. Namun dengan syarat, harus ada partisipasi dari masyarakat. “Saya siap bantu, asalkan, gotong royong sifatnya,” pungkas Said.

Pilgub Jatim, Bambang DH Optimistis Mesin Politik PDIP Lebih Solid


Metrotvnews.com, Sidoarjo: Calon Gubernur Jawa Timur Bambang Dwi Hartono optimistis mesin politik Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia saat ini lebih solid dibandingkan saat pemilihan gubernur Jawa Timur tahun 2008 lalu.

Dengan kondisi mesin partai yang solid, Bambang DH optimistis dirinya bersama Said Abdullah bisa menjadi pemenang dalam perhelatan pemilihan gubernur Jawa Timur Agustus mendatang. 

Keyakinan Bambang ini disampaikan di sela acara sosialisasi rekomendasi pencalonan dirinya bersama Said Abdullah di hadapan seribuan kader PDIP di Gedung Olahraga Bulu Tangkis Kabupaten Sidoarjo, Minggu (9/6). 

Ini adalah sebagian kegiatan Bambang dalam mensosialisasikan rekomendasi namanya ke semua pengurus dan kader DPC PDIP di seluruh Provinsi Jawa Timur.

Di hadapan kader PDIP ini Bambang menegaskan bahwa sudah saatnya gubernur Jawa Timur dipegang kader PDIP. Bambang berharap kader PDIP berjuang keras untuk memenangkan pasangan yang sudah direkomendasikan DPP PDIP yaitu dirinya dengan Said Abdullah.

Sejak rekomendasi DPP PDIP turun, Bambang bersama Said Abdullah berbagi tugas untuk melakukan sosialisasi ke seluruh DPC PDIP Jawa Timur. 

Saat ini sebagian besar DPC PDIP di Jawa Timur sudah didatangi dan tinggal menyisakan beberapa wilayah yaitu Trenggalek, Jombang, Nganjuk, Lamongan dan Kota Malang.

Dari puluhan kantor DPC PDIP yang sudah didatangi bambang mengaku bangga dengan semangat kader PDIP dalam mendukung dirinya bersama Said Abdullah.

Tidak hanya semangat, Bambang mengklaim mesin partai PDIP saat ini sangat solid bahkan jauh lebih solid dibandingkan pemilihan gubernur Jawa Timur tahun 2008 lalu.

“Dan dari semua kantor DPC yang sudah saya datangi, suasananya seperti yang seperti anda lihat di Sidoarjo ini yaitu semangat dan solid,” kata Bambang.

Apabila mesin partai solid seperti ini, Bambang yakin dirinya bisa menjadi pemenang dalam pemilihan gubernur Jawa Timur tahun 2013 ini.




Kemenangan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah juga dinilai sebagai penyemangat partai untuk memenangkan dirinya sebagai
gubernur Jawa Timur mendatang.

Di Ponorogo, Cagub Jatim Bambang DH shalat gaib untuk Taufiq Kiemas


LENSAINDONESIA.COM: Calon gubernur (Cagub) Jawa Timur Bambang Dwi Hartono bersama ratusan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Ponorogo menggelar sholat gaib sebagai penghormatan terakhir atas wafatnya Ketua MPR RI, Taufiq Kiemas, Minggu (09/06/2013).

Pada kesempatan itu, keluarga besar PDIP Ponorogo menyampaikan duka mendalam meninggalnya suami Presiden RI ke 5, Megawati Soekarnoputri itu.

“Kita kader-kader PDI Perjuangan sangat tersentak dengan kabar wafatnya Taufik Kiemas tadi malam,” ungkap Bambang DH.

Menurut Bambang, Taufiq merupakan sosok nasionalis tulen yang selalu mengedepankan kesatuan.

“Beliau dikenal senagai tokoh Empat Pilar, karena mengedepankan kesatuan. Kita merasa kehilangan,” tambah Wakil Ketua DPD PDIP Jatim itu.

Acara yang digelar di kediaman Anggota Fraksi PDIP DPR RI, Heri Achmadi itu diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih setengah tiang dan pemasangan pita hitam dilengan para kader ‘Banteng Moncong Putih’ sebagai ungkapan rasa bela sungkawa.

“Semoga beliau mendapatkan tempat disisi Allah. Kita semua tahu sampai akhir hayatnya, almarhum sangat
getol dalam menjaga NKRI, menegakkan hukum, menjaga ideologi Pancasila dan menjaga keberadaan kebineka ragaan ini,” Wakil Walikota Surabaya itu.

Anggota Fraksi PDIP DPRD Ponorogo Trililantoko berharap agar seluruh kader PDIP mentauladani jiwa nasionalis dan mengamalkan ideologi Pancasila seperti yang telah dilakukan almarhum Taufik Kiemas.

“Almarhum pantas ditauladani sebagai negarawan. Beliau seorang pemersatu,” ungkapnya usai doa bersama.

Taufiq Kiemas Wafat


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua MPR yang juga merupakan suami dari Megawati Soekarnoputri, Taufiq Kiemas, dikabarkan meninggal beberapa menit lalu.

Kabar meninggalnya Taufiq Kiemas disampaikan oleh salah satu petinggi PDI-Perjuangan, Pramono Anung, melalui akun twitter-nya @pramonoanung: Telah meninggal dunia Bapak Haji Taufiq Kiemas saat ini dan mohon diampuni seluruh kesalahan dan didoakan #Duka. 

Sebelumnya, pada Sabtu (8/6) siang, Sekjen DPP PDI-Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa Ketua MPR Taufiq Kiemas sedang menjalani perawatan di National Hospital di Singapura.

"Saat ini Pak Taufiq Kiemas Taufiq Kiemas memang sedang menjalani perawatan di Singapura," kata Tjahjo Kumolo dalam keterangan tertulisnya.

Menurut dia, saat ini tim medis secara khusus terus melakukan perawatan, dan kondisi Taufiq Kiemas semakin membaik. Tjahjo menjelaskan Taufiq Kiemas dirawat akibat rasa lelah setelah menjalankan tugas negara pada tanggal 1 Juni 2013 di Ende, Nusa Tenggara Timur dalam rangka memperingati kelahiran Pancasila.

"Kami semua mengharapkan doanya agar Pak Taufiq Kiemas segera sehat dan sembuh seperti sedia kala", ujarnya.

Tokoh Pasuruan Ajak Masyarakat Dukung Bambang - Said


PASURUAN (Surabaya Pagi) - Pemenang Kalpaltaru 2005 yang juga salah seorang tokoh masyarakat Pasuruan, Mukarim meminta seluruh warga masyarakat Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan memilih pasangan Bambang DH-Said Abdullah dalam ajang pemilihan gubernur Jawa Timur mendatang. Keduanya merepresentasi figur pemimpin yang dibutuhkan masyarakat Jawa Timur saat ini. 

"Yang dibutuhkan rakyat Jawa Timur saat ini adalah pemimpin yang mau menyapa rakyatnya secara langsung. Artinya, pemimpin harus turun ke bawah," ujar Makarim disela-sela acara Temu Lapang Kontak Tani dan Nelayan se Kecamatan Nguling, di Pasuruan, Jumat (7/6).

Mukarim mengaku, perhatian pemerintah Jawa Timur terhadap masyarakat sangat rendah. "Sejak saya menerima Kalpaltaru, gubernur Jawa Timur tidak pernah menginjakan kaki disini. Mudah-mudahan, kalau pak Said terpilih menjadi wakil gubenur, harus ada sedikit perhatian kepada warga masyarakat Nguling," ujar dia.

Dia mengaku, sudah menanam mangrove sudah lama. Namun, hingga saat ini, belum pernah mendapat honor, baik dari pemerintah pusat maupun daerah. "Sudah 27 tahun saya menanam mangrove, tetapi sepeserpun, saya tidak pernah menerima uang dari pemerintah," jelas dia.

Makarim mengeritik pemerintah Jawa Timur yang tidak memiliki kepedulian terhadap upaya pelestarian lingkungan. Ini terlihat dari tidak adanya dukungan dana dari pemda Jawa Timur untuk petani Mangrove ini. "Hidup saya diabdikan untuk pelestarian alam. Saya berbagi ilmu dengan segenap masyarakat yang peduli lingkungan. Tetapi anehnya, dari pemerintahan tidak ada perhatian," ujar dia.

Karena itu, Makarim berharap terjadinya perubahan pemimpin di Jawa Timur ke depan. Artinya, pemimpin yang benar-benar memperhatikan rakyat kecil. "Saya berharap agar Bambang-Said dipercaya oleh warga Jawa Timur untuk memimpin Jawa Timur 5 tahun kedepan. Saya berdoa semoga pak Said sukses dan mohon kepada masyarakat Pantura, untuk memilih pak Said," harap dia.

"Mudah-mudahan, kalau pak Said terpilih, perhatikan nasib orang Penunggul ini. Alokasikan dana untuk kami disini. Kami sudah berbuat untuk negara, tetapi perhatian negara sangat rendah alias nol," harap dia.Dia mengaku, wisata Mangrove yang ada di Pasuruan bukan hanya kekayaan Jawa Timur, tetapi sudah menjadi aset nasional sehingga sangat perlu dijaga kelestariannya. "Disini menjadi tempat penelitian mangrove, bukan saja oleh orang Indonesia, tetapi juga orang asing. Barusan saya terima 8 negara disini, dari Belanda sampai 25 hari," kata dia. Indonesia ujar dia pantas bersyukur karena berdasarkan penelitian, Mangrove yang ada di desa Penunggul ini terbaik di Indonesia. 

"Makanya, saya mendapat penghargaan Kalpaltaru dari Presiden 2005. Luas hutan mangrove ini sekitar 100 ha. Ini artinya, setiap desa ditanami mangrove. Namun yang menjadi persoalan sekarang, jalan ke pantai agak susah karena pinggir pantai ditumbuhi tanaman mangrove. Ini yang banyak dikeluhkan," jelas dia. Untuk itu, Makarim berharap agar Said Abdullah membantu membangun jembatan yang membelah hutan Mangrove ke laut sehingga akses masyarakat ke laut bisa lebih mudah. Sementara itu, cawagub Jawa Timur, Said Abdullah mengaku siap membantu pembangunan jembatan tersebut. Namun dengan syarat, harus ada partisipasi dari masyarakat. "Saya siap bantu, asalkan, gotong royong sifatnya," pungkas Said

Cagub PDIP Berpeluang Menang di Malang dan Batu


Malang (beritajatim.com) – Pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim akan digelar dua bulan lagi. Persaingan tiga calon gubernur yakni pasangan incumbent Soekarwo – Syafullah Yusuf (Karsa), Khofifah - Herman Prawiranegara, serta pasangan Bambang Dwi Hartono – Said Abdullah semakin memanas. Namun siapakah yang nantinya meraih suara terbanyak masih menjadi teka-teki.

Pada Pilgub yang rencananya akan dihelat 29 Agustus 2013 mendatang, duel Soekarwo dan Khofifah untuk memperebutkan jutaan suara warga Jawa Timur akan kembali tersaji. Berkaca pada hasil Pilgub tahun 2008 lalu, perolehan suara yang didapatkan oleh kedua calon cukup ketat. Berdasarkan hasil penghitungan suara pada Pilgub putaran pertama Khofifah yang saat itu berpasangan dengan Mudjiono (Kaji) memeroleh 7.669.721 suara atau 49,80 persen. Sementara dan Soekarwo - Saifulah Yusuf (Karsa) mendapatkan 7.729.944 suara atau 50,20 persen. Pasangan Karsa unggul dengan selisih tipis hanya 60.223 suara atau 0,40 persen.

Namun pada Pilgub kali ini, peta politik pasangan calon tampaknya akan berubah, sebab dukungan partai pada masing-masing calon juga berubah. Partai Golkar misalnya, jika pada Pilgub 2008 lalu partai berlambang pohon beringin tersebut memiliki calon sendiri yakni pasangan Soenarjo-Ali Maschan (Salam), namun pada Pilgub tahun ini dukungan Golkar diberikan pada pasangan incumbent Soekarwo – Syaifullah Yusuf (Karsa). Hal itu sedikit banyak juga akan merubah peta dukungan di setiap daerah.

Di Kota Batu, pasangan Soenarjo-Ali Maschan (Salam) menduduki peringkat pertama perolehan suara terbesar atau mampu meraih suara mencapai 24.402 suara atau 17, 6 persen saja dari tiga kecamatan yang ada di Kota Batu. Perolehan suara terbanyak kedua pasangan Kaji dengan 21.211 suara, perolehan ketiga pasangan SR dengan 19.882 suara, disusul pasangan Karsa dengan 19.803 suara dan pasangan Achsan dengan 4.177 suara.

Dengan dukungan Partai Golkar yang saat ini beralih ke Karsa, maka tidak menutup kemungkinan jika pasangan Karsa akan meraih suara yang cukup banyak di kota apel tersebut. Namun pasangan yang diusung PDIP, Bambang DH – Said Abdullah juga berpeluang meraih suara terbanyak. Hal itu mengacu pada hasil Pemilihan Walikota (Pilwali) Kota Batu yang digelar Oktober 2012 lalu, dimana pasagan Eddy Rumpoko – Punjul Santoso (ER-PS) yang diusung PDIP mampu meraih suara terbanyak.

Sementara hasil rekapitulasi suara Pilgub putaran pertama tahun 2008 lalu di Kota Malang, pasngan Khafifah Indar Parawangsa-Mujiono (KAJI) masih berada di urutan pertama dengan perolehan suara 99.140 suara (26,03%). Disusul di urutan kedua pasangan Soekarwo -Syaifulah Yusuf (KARSA) yang memperoleh 95.549 suara (25,09%). Pasangan Sucipto -Ridwan Hisyam (SR) berada di urutan ketiga dengan 90.130 suara (23,66%). Sedangakan pasangan Sunaryo - Ali Maschan Musa (SALAM) berada di urutan keempat dengan perolehan suara 77.573 suara (20,37%), dan urutan kelima adalah pasangan Achmadi-Suhartono (Achsan) dengan hasil 18.484 suara (4,85%).

Untuk di Kota Malang, Khofifah yang maju di Pilgub Jatim untuk kedua kalinya berpeluang meraih suara terbanyak kembali, mengulang kesuksesannya pada Pilgub 2008 lalu. Apalagi pada Pilwali Malang yang baru digelar 23 Mei 2013 lalu, pasangan yang diusung PKB dan Partai Gerindra, M. Anton – Sutiaji (AJI) mampu meraup suara 47 persen lebih.

Kendati demikian, kesolidan kader PDIP juga tak bisa diremehkan, mengingat Kota Malang juga menjadi salah satu basis partai berlambang moncong putih tersebut. Hal itu terbukti dengan terpilihnya Peni Suparto menjadi Walikota Malang selama dua periode mulai tahun 2004 hingga 2013. Pada Pilwali kemarin, meski pasangan yang diusung PDIP Sri Rahayu -Priatmoko Oetomo (SR – MK) tak mampu meraih suara terbanyak, namun PDIP menduduki peringkat kedua setelah pasangan AJI dengan raihan suara sekitar 22 persen.

Sementara pasangan yang diusung oleh koalisi Partai Demokrat dan PKS justru memperoleh hasil yang mengecewakan di Pilwali Malang. Pasangan Agus Dono – Arief HS (Doa) yang hanya memperoleh suara sekitar 4 persen atau menduduki peringkat kelima dari enam pasangan calon walikota/wakil walikota Malang.

Menurut pengamat politik Universitas Brawijaya Malang, Juwita Hayyuning Prastiwi, khusus untuk wilayah Kota Malang dan Kota Batu, pasangan yang diusung oleh PDIP Bambang DH – Said Abdullah justru punya peluang besar untuk meraih suara terbanyak. Sebab selama ini dua wilayah tersebut termasuk basis massa PDIP.

“Massa PDIP selama ini terkenal cukup solid dibandingkan massa partai-partai lainnya. Karena Kota Malang dan Kota Batu termasuk basis PDIP, jadi bisa saja calon yang diusung akan merai suara terbanyak di Pilgub nanti. Meskipun prediksi ini masih terlalu dini karena KPU Jatim sendiri saat ini belum melakukan penetapa pasangan calon di Pilgub nanti,” kata Juwita saat dihubungi beritajatim.com, Jumat (7/6/2013).

Selain disebabkan oleh kesolidan massanya, lanjut Juwita, PDIP juga akan memanfaatkan pecahnya massa NU, mengingat di Pilgub nanti akan ada dua calon yang berasal dari NU, yakni Khofifah Indar Parawansa dan Syaifullah Yusuf. “Sebenarnya semua calon punya peluang meraih suara terbanyak di wilayah Kota Malang dan Kota Batu. Karena pada Pilkada maupun Pilgub masyarakat memilih figur calon, bukan hanya partai yang mengusung. Partai itu hanya mesin, yang terpenting adalah figurnya. Tetapi menurut saya mesin politik yang paling solid saat ini adalah PDIP,” tuturnya

Cagub PDIP Berpeluang Jungkalkan Incumbent!


Surabaya (beritajatim.com) - Pelaksanaan pemilihan gubernur Jawa Timur yang akan digelar pada 29 Agusus tahun ini, memberi keuntungan tersendiri bagi kandidat kepala daerah yang berasal dari PDI Perjuangan (PDIP).

Pasalnya, kemenangan PDIP dalam pemilihan gubernur di Jakarta, Jawa Tengah dan tempat lain tentu memberi semangat bagi partai ini untuk terus mengulang kemenangan tersebut di daerah lain, seperti dalam pilgub Jatim 2013. Terlebih, jarak di antara kemenangan itu berdekatan dengan pelaksanaan pilgub Jatim.

Sehingga, ada momentum dan efek domino yang menguntungkan calon kepala daerah dari partai Moncong Putih. Hal itu diungkapkan peneliti dari Unair, Airlangga Pribadi, Jumat (7/6/2013).

"Saat ini semangat kader dan mesin politik PDIP di Jatim sedang dalam kondisi maksimal. Itu sebagai efek domino dari kemenangan PDIP di pilgub DKI dan Jateng belum lama ini. Bila momentum ini dijaga oleh partai, sangat mungkin jago PDIP bisa menjungkalkan incumbent di pilgub Jatim," tegasnya.

Menurut kandidat doktor Murdock University, Australia itu, pasangan Bambang DH-MH Said Abdullah (Bambang Said) akan memiliki semangat terutama dari mesin partai karena Jawa Timur menjadi penentuan dalam peta politik menuju 2014. Kalau PDIP melalui pasangan Bambang-Said mampu memenangkan pertarungan pilgub melawan Karsa, maka 2014 akan menjadi arena bagi kemenangan PDIP di atas Partai Demokrat yang saat ini justru dalam kondisi terpuruk.

Menakar Peluang PDIP di Pilgub Jatim 2013


SURABAYA, Jaringnews.com - Pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur yang bakal digelar pada 29 Agusus mendatang, tampaknya memberi keuntungan tersendiri bagi kandidat yang diusung PDI Perjuangan.

Hal itu berdasar kemenangan yang diraih PDI Perjuangan dalam pemilihan gubernur di Jakarta, Jawa Tengah dan tempat lain. Kemenangan itu tentu memberi semangat bagi PDI Perjuangan untuk terus mengulang kemenangan tersebut di daerah lain, termasuk di Jatim.

Demikian diungkapkan pengamat politik dari Unair Surabaya, Airlangga Pribadi. Terlebih, kata dia, jarak antara kemenangan itu berdekatan dengan pelaksanaan pilgub Jatim, sehingga dipastikan ada efek domino bagi partai moncong putih ini.

"Saat ini semangat kader dan mesin politik PDIP di Jatim sedang dalam kondisi maksimal. Itu sebagai efek domino dari kemenangan PDIP di pilgub DKI dan Jateng belum lama ini. Bila momentum ini dijaga oleh partai, sangat mungkin jago PDIP bisa menjungkalkan incumbent (KarSa) di pilgub Jatim," kata dia, di Surabaya, Jumat (7/6).

Menurut kandidat doktor Murdock University, Australia itu, pasangan Bambang DH - MH-Said Abdullah (Bambang Said) yang diusung PDI Perjuangan akan memiliki semangat terutama dari mesin partai. Sebab, Jawa Timur menjadi penentuan dalam peta politik menuju 2014.

Ditegaskan, bila PDIP melalui pasangan Bambang-Said mampu memenangkan pertarungan pilgub melawan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa), maka 2014 akan menjadi arena bagi kemenangan PDIP atas Partai Demokrat yang merupakan pemenang Pemilu 2009 lalu.

Di Nguling, Said Disambut “Tanduk Majeng”


Pasuruan (beritajatim.com)–Jelang pemilihan gubernur Jawa Timur, Said Abdullah kian intens tour ke Tapal Kuda. Berkunjung ke Desa Penunggul, Kecamatan Nguling, Pasuruan, calon wakil gubernur dari PDIP ini bertemu petani dan nelayan, Jumat (7/6/2013).
Begitu sampai di lokasi acara yaitu di hutan mangrove, Said Abdullah langsung disambut dengan tarian tanduk majeng. Ingin rebut simpati warga, putra Madura itu pun kemudian turut menari dan bahkan sempat nyawer kepada sang penari.

Tari tanduk majeng ini sendiri, konon menurut ceritanya adalah tarian yang menceritakan tentang rasa syukur dan kebahagiaan petani dan nelayan karena mendapat panen dan hasil tangkapan berlimpah ruah.

Kepada para petani dan nelayan, Said Abdullah kembali mengkampanyekan program Kartu Jempol yang menjadi andalannya. “Hanya dengan Kartu Jempol, sakit apapun tidak pakai bayar. Pendidikan juga gratis,” tandas Said Abdullah dalam sambutannya.

Dia pun berharap, agar seluruh warga Madura yang tersebar di berbagai wilayah di Jawa Timur memenangkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Bambang DH-Said Abdullah. “Said Abdullah dari Madura untuk Jawa Timur,” tandasnya.

Said Disambut Lomba Tumpeng Jempol di Pasuruan


Pasuruan (beritajatim.com) - Warga di Kecamatan Nguling, Pasuruan menggelar lomba tumpeng jempol, Jumat (7/6/2013). Lomba yang digelar di Desa Penunggul ini, untuk memeriahkan temu Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Said Abdullah dengan para petani dan nelayan.Informasi beritajatim.com, sebanyak 60 peserta turut berperan serta dalam lomba tumpeng jempol tersebut. “Yang menjadi penilaian adalah rasa, kekreatifannya dan kebersihan. Hadiahnya nanti berupa uang,” kata Dwi Rahayu, juri lomba.

Salah satu peserta, Musliha menuturkan, untuk membuat tumpeng jempol ini sangatlah mudah. Hanya dibutuhkan waktu 1 jam lebih, maka jadilah tumpeng jempol mantab buatannya. Dia mengaku, tumpeng buatannya itu rasanya nikmat.

Dengan percaya diri, Musliha pun yakin bahwa tumpeng jempol hasil karyanya dapat memenangkan lomba. “Saya berharap tumpeng jempol ini dapat meraih juara. Mantab!,” jelas Musliha dengan berapi-api.

Bambang DH Blusukan Ke Petani Batu


SOSIALISASI: Bambang DH bersama pengurus DPC PDIP Kota Batu dan petani Desa Sidomulyo Kota Batu kemarin. 

KOTA BATU – DPD PDIP Jatim yang mengusung duet Bambang DH dan Said Abdullah sebagai bakal calon Gubernur Jatim mulai melakukan sosialisasi di Kota Batu, Kamis (6/6) kemarin. Bambang DH bersama pengurus DPD PDIP Jatim dan DPC PDIP Kota Batu blusukan ke petani bunga di Sidomulyo. 

Mereka kemudian melakukan pertemuan dengan kader PDIP di kantor DPC, Jalan Raya Oro-Oro Ombo Kota Batu. Ikut hadir dalam kegiatan sosialisasi itu, Ketua DPD PDIP Jatim, Sirmadji Ketua DPC PDIP Kota Batu, Cahyo Edi Purnomo, Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso, Ketua DPRD Kota Batu, Suliadi serta pengurus DPC lainya. 

‘’Berdasarkan rapat yang dipimpin Ketua Umum DPP PDIP (Megawati Soekarnoputri, DPP akhirnya mengajukan duet Bambang DH sebagai calon Guberur dan Said Abdullah sebagai calon Wakil Gubernur Jatim yang digelar 29 Agustus 2013 mendatang. Kami melihat Pak Bambang DH ini sukses ikut menjadikan Surabaya semakin maju ketika menjadi Walikota di sana. Keberhasilan itu yang dipingin ditularkan ke seluruh wilayah Jatim,’’ ungkap Sirmadji, kemarin. 

Menurutnya, pasangan Bambang DH-Said nantinya harus bisa meratakan pembangunan di seluruh Jatim. Tidak hanya pembangunan sektor utara yang diutamakan, tetapi sektor selatan, barat dan timur. Dia sangat optimis pasangan yang diusung DPD PDIP itu bisa memenangkan Pilgub karena respon masyarakat sejumlah daerah sangat positif ketika ada kegiatan sosialisasi.
 
Sementara itu Bambang DH sempat ikut bicara ketika berada di Kota Batu, kemarin. Pria kelahiran Pacitan, 24 Juli 1961 ini menyebutkan potensi Kota Batu sangat luar biasa. Sebut saja potensi pertanian bunga yang berada di Sidomulyo. Bunga-bunga tersebut dipasarkan ke berbagai daerah dan bahkan di ekspor ke Singapura dan beberapa nagara lain. 

Hanya saja, kegiatan penjualan bunga itu tidak langsung ke lokasi tujuan tetapi harus masuk pengepul ke beberapa daerah. Jadi ketika bunga tersebut sudah berada di kota atau negara tujuan, bukan nama Batu yang muncul. ‘’Jadi terlalu banyak tangan. Kita nanti berusaha membuat network ini menjadi lebih simple sehingga akan lebih menguntungkan petani Kota Batu,’’ tegas Bambang DH. 

Bidang pendidikan, infrastruktur serta peningkatan PAD menjadi perhatian utama dalam visi misinya. Untuk PAD, dia masih melihat potensi lebih besar dari target. Ketika PAD meningkat, APBD Jatim ikut meningkat dan anggaran untuk pembangunan atau program-program kemasyarakatan lebih banyak dibiayai.

"Jangan Ada Keraguan Menangkan Bambang-Said"


KETUA DPD PDI Perjuangan Jawa Timur H Sirmadji mengajak struktural Kabupaten Malang mencontoh Bambang DH. Yakni, pantang mundur saat mendapat amanah DPP PDI Perjuangan sebagai calon gubernur Jawa Timur.

"Mari kita ikhba (mencontoh) Pak Bambang DH, yakni saat keputusan rekomendasi sudah keluar, tidak ada pertanyaan lagi. Sudah tidak ada keraguan lagi. Hanya satu kata, menangkan Bambang DH-Said Abdullah," tegas Sirmadji, ada acara sosialisasi cagub-cawagub Bambang-Said yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, di gedung serba guna Desa Pakisaji, Kamis (6/6). 

Ajakan senada disampaikan Sirmadji, dalam acara serupa yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Batu. Acara sosialisasi di Kota Batu, dilakukan sore hari di kantor DPC setempat. 

Menurut Sirmadji, ada tiga hal pokok yang harus dilakukan untuk memenangkan Bambang-Said. Yakni, menjaga soliditas, dan memastikan mesin partai all out dengan semangat gotong royong. 

"Ketiga, pastikan seluruh konstituen hasil raihan suara Pilbup Malang lalu, di mana jago PDI Perjuangan mendapat suara 27 persen tetap dijaga, dan menjadi modal dasar raihan suara untuk Pilgub Jatim," kata Sirmadji. 

Sekretaris tim pemenangan Bambang-Said itu menambahkan, bukan sesuatu yang mustahil jika penantang bisa menumbangkan calon incumbent. "Itu artinya, kita bangun optimisme untuk menumbangkan incumbent," ucapnya. 

Sementara, Bambang DH menyatakan salut dengan kader PDI Perjuangan Kabupaten Malang dan Kota Batu. Ciri-ciri petarung, kata Bambang, sudah ada pada kader Kabupaten Malang maupun Batu. 

"Ciri-ciri kader PDI Perjuangan adalah petarung. Kalau ada yang masih ragu-ragu, lebih baik pulang saja," kata Bambang. 

Di sela acara sosialisasi, Bambang DH sempat mengunjungi sentra tanaman bunga potong, di Desa Sidomulyo, Kota Batu. Selama di Sidomulyo, Bambang DH diantar beberapa jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan setempat.

Kepras Distribusi Bunga Potong!


CALON gubernur Bambang DH menemui komunitas petani bunga potong di Kota Batu, Kamis (6/6). Dia menunjukkan kekagumannya kepada bunga-bunga hasil budidaya para petani di kota wisata tersebut.
Komoditas bunga potong menjadi salah satu unggulan Kota Batu, yang penyebarannya telah merambah ke berbagai kota di tanah air dan mancanegara. "Bagus-bagus bunganya. Segar. Membuat pikiran juga fresh," ucap Bambang DH, ketika melihat budidaya bunga di Desa Sidomulyo. 

Para petani bunga Batu melakukan budidaya secara berkelompok, mulai pembibitan, penanaman, hingga pemasaran bermacam bunga potong. Bahkan, mereka bisa membuat sendiri pupuk organik, sehingga tanaman bisa lebih bagus dan tahan lama. 

"Kami sudah membuat pupuk organik sendiri. Sekarang kami sedang membangun gudang, dan tinggal atap dan pagar," kata Karyono, seorang petani bunga. 

Bambang DH pun dengan lugas melontarkan pujian. "Hebat, jempol!" katanya. 

Pasar bunga potong dari Batu di antaranya Kota Surabaya, juga Bali, Rawabelong-Jakarta, bahkan sampai luar negeri. Bunganya selain indah, juga batangnya besar dan kuat. 

Mewakili suara para petani, Karyono mengungkapkan, bunga-bunga potong hasil budidaya dari Batu tidak bisa langsung diekspor ke negara tujuan, melainkan harus transit di Surabaya dan Rawabelong. 

"Kalau bisa ke negara tujuan, tentu keuntungan petani akan lebih tinggi lagi dari apa yang kami dapatkan saat ini," kata Karyono. 

Bambang DH terlihat mencermati keluhan itu. Ia setuju jalur distribusi harus dipangkas. "Nanti kita cari solusi bersama agar jalurnya menjadi pendek," kata Bambang DH. 

Karyono menambahkan, para petani bunga potong di Batu telah mengembangkan kerjasama kelompok secara guyub. Mereka saling gotong-royong. Ternyata, para petani itu juga mengenal baik Bambang DH yang dikenal sukses memimpin Kota Surabaya. 

Bertemu Bambang DH, para petani pun menyampaikan dukungan mereka untuk maju dalam Pilgub Jawa Timur 2013. "Kami, warga Sidomulyo sudah bertekad, akan mendukung kemenangan Pak Bambang dalam Pilgub Jatim. Kalau Pak Bambang jadi gubernur, insya Allah Jawa Timur akan maju," kata Karyono disambut dukungan petani bunga Sidomulyo. 

Pernyataan dukungan itu diamini Jatmiko, kepala desa Sidomulyo. Ia mengatakan, asosiasi petinggi dan lurah di Kota Batu, juga mendukung pasangan Bambang DH-Said Abdullah yang diusung PDI Perjuangan. "Kami doakan berhasil Pak Bambang," kata Jatmiko. 

Saat di Desa Sidomulyo, Bambang DH juga sempat melihat green house sederhana milik kelompok petani bunga potong. Ia sangat berminat dengan menggali banyak pertanyaan ke para petani. 

Di Sidomulyo, banyak jenis bunga yang dibudidayakan, di antaranya krisan, mawar, pikok, dan jendron. "Hampir semua jenis bunga ada di sini. Tapi yang paling banyak adalah krisan," terang Saleh, koordinator pembibitan bunga potong. 

Selama Bambang DH di Sidomulyo, banyak warga setempat yang menyalaminya. Bahkan banyak yang minta foto bersama, sambil mengacungkan jempolnya.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. U.H.P News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger