Headlines News :

Pengikut

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Tampilkan postingan dengan label Pilgub Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilgub Bali. Tampilkan semua postingan

Megawati Ungkap Money Politics di Pilgub Bali


Semarang, - Pada kampanye Cagub Jawa Tengah, Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko, ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sempat menyinggung praktik politik uang pada Pilgub Bali yang digelar 15 Mei 2013 lalu.

Menurut Megawati, politik uang yang berkembang pada Pilgub Bali mencapai Rp 300 ribu per orang. Ia pun kecewa karena masih ada masyarakat yang menerima uang tersebut. Padahal menurutnya PDIP bisa menang telak karena Bali juga merupakan basisnya.

"Awalnya Rp 50 ribu, terus naik menjadi Rp 300 ribu. Padahal kalau berani menolak juga tidak akan ada yang memberi," kata Megawati di hadapan ribuan simpatisan di lapangan Tri Lomba Juang, Semarang, Senin (20/5/2013).

Putri dari presiden pertama Indonesia Soekarno tersebut juga mempertanyakan dari mana uang-uang politik yang dibagikan tersebut. Ia pun mengumpamakan jika ada 5 ribu orang dengan masing-masing Rp 300 ribu, maka akan sangat besar dana yang dikeluarkan.

"Kalau ada 5 ribu orang saja dengan masing-masing Rp 300 ribu sudah berapa? Dari mana uangnya?" pungkas Mega.

"Dari korupsi, korupsi, korupsi," jawab ribuan massa.

Ia pun menantang simpatisan yang hadir agar berani menolak praktik politik uang jika terjadi pada Pilgub Jateng tanggal 26 Mei mendatang. Hal senada diungkapkan Cagub Ganjar, pihaknya sudah menyiapkan satgas anti money politics.

"Kami pernah betul-betul menemukannya (money politics), itu pembodohan masyarakat. Itu ada di wilayah Tengah, Selatan, dan Barat," kata Ganjar.

Kampanye terbuka tersebut dihadiri oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani, Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo, dan Plt Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Selain itu sejumlah artis yang juga ikut meramaikan panggung adalah band T.R.I.A.D, Doyok, Tessi dan Kadir.

PILGUB BALI : Tunggu Hasil Perhitungan KPU, Masyarakat dan Parpol Diminta Tenang


DENPASAR -Masyarakat Bali saat ini masih terfokus menunggu pengumuman resmi Komisi Pemilihan Umum terkait hasil akhir perhitungan suara Pilgub Bali yang diselenggarakan pada Rabu (15/5/2013) lalu. Hal ini lantaran berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei dan hasil rekapitulasi di tingkat kecamatan menunjukkan kedua kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Sukrawan dan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta memiliki selisih perolehan suara sangat tipis.

Perbedaan perolehan suara kedua kandidat tidak lebih dari satu persen, sehingga di kedua pendukung kandidat gubernur dan wakil gubernur saat ini galau menunggu pengumuman hasil rekapitulasi perolehan suara KPU Bali yang rencananya diumumkan pekan depan. Namun di satu sisi, aktivitas masyarakat yang bekerja di objek-objek wisata yang melayani ribuan wisatawan domestik dan asing, kegiatan nampak seperti biasa. Di antaranya di kawasan wisata Sanur Denpasar, Nusa Dua dan Kuta di Kabupaten Badung.

Untuk mengantisipasi gejolak politik saat ini di Pulau Dewata dari berbagai kalangan masyarakat, baik dari akademisi, tokoh masyarakat, spiritual dan tokoh politik serta para kandidat gubernur untuk selalu berupaya menjaga keharmonisan dan kedamaian Bali.

Akademisi Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar Prof I Made Titib mengimbau masyarakat tetap tenang menunggu hasil pengumuman Pemilihan Kepala Daerah Bali dari Komisi Pemilihan Umum. “Simpatisan dan pendukung kedua pasangan cagub-cawagub juga kami imbau membantu menenangkan masyarakat,” kata Titib. Ia juga mengharapkan kedua kandidat tidak saling mengklaim kemenangan. “Berpikirlah, bagaimana Bali ini tetap aman dan damai,” ucap mantan Rektor IHDN Denpasar itu.

Termasuk juga masalah keamanan saat ini, kata dia, jika ada riak-riak politik yang mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat, agar segera aparat Polri dan TNI bergerak untuk mengamankan. “Aparat Polri dan TNI agar tetap siaga, bila ada gerakan yang mengganggu keamanan di masyarakat agar sigap mengantisipasinya sehingg tidak ada gesekan yang memicu kekacauan di masyarakat tersebut,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan tokoh spiritual Gusti Ngurah Harta bahwa kegiatan pilkada merupakan proses dari demokrasi. “Wujud demokrasi itu salah satunya pelaksanaan pilkada untuk memilih pemimpin Bali lima tahun ke depan,” ucap Ngurah Harta yang juga pinisepuh Perguruan Sandi Murti Indonesia. Menurut dia, proses demokrasi tersebut akan berjalan dengan aman dan damai jika masyarakatnya semakin matang dalam pendidikan politik. “Mari belajar dari pengalaman-pengalaman terdahulu proses politik tersebut menegangkan, tapi sekarang warga sudah semakin cerdas dalam proses demokrasi tersebut,” katanya.

Kondusivitas Lebih Penting
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi meminta pasangan kandidat gubernur dan wakil gubernur serta seluruh pendukungnya turut menjaga kedamaian wilayah sambil menunggu pengumuman resmi pemenang pilkada. “Jangan berbuat anarkistis, tidak boleh terprovokasi. Bila ada ketidakpuasan di kemudian hari terhadap proses pelaksanaan Pilkada Bali, agar menempuh jalur hukum,” katanya di Denpasar, Senin.

Ia mengingatkan bahwa kondusivitas Bali lebih penting daripada hiruk-pikuk politik pascapilkada. “Keamanan sebagai salah satu kunci pariwisata Bali dipertaruhkan. Dan kita sudah membuktikan bahwa Bali telah mampu menyelenggarakan Pilkada Bali 2013 dengan aman dan lancar,” katanya. Hal itu sekaligus juga menjadi tontonan wisata demokrasi damai bagi wisatawan. “Kedua kandidat serta seluruh elemen pendukungnya agar bersabar, tidak memprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya kepada KPU Bali. Marilah kita kembali ke rutinitas masing-masing. Petani kembali ke sawah untuk bertani, pedagang ke pasar untuk berjualan, PNS bekerja profesional melayani masyarakat, dan seniman menghasilkan karya-karyanya,” katanya.

Pencoblosan Ulang Pilgub Bali Digelar Besok


Metrotvnews.com, Singaraja: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng siap menggelar pemungutan suara ulang Pemilihan Gubernur Bali di tempat pemungutan suara (TPS) 3 Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, yang dijadwalkan berlangsung Rabu (22/5). 

"Kami sudah siap melaksanakan pemungutan suara ulang di TPS 3 Desa Bungkulan besok (Rabu)," kata Ketua KPU Buleleng Kadek Cita Ardana Yudi saat dihubungi, Selasa (21/5).

Ia mengatakan kebutuhan logistik untuk pemungutan suara ulang sudah disiapkan, termasuk penyebaran undangan (C6) ke calon pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap. Jumlah pemilih tetap di TPS itu sebanyak 538 orang. "Kami sudah menyebarkan surat undangan sebanyak 538 lembar, kemarin (Senin, 20/5)," ujarnya.

Cita mengatakan, pada pemungutan suara sebelumnya yang berlangsung 15 Mei ada pemilih dari TPS lain yang mencoblos di TPS 3 dan ada pemilih yang menggunakan kartu tanda penduduk (KTP). Namun, yang diundang hanya pemilih yang masuk DPT. "Jadwal waktu mencoblos ulang sama seperti sebelumnya dan akan direkap hari itu juga," katanya.

Dalam pencoblosan ulang semua anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) diganti karena dinilai menyalahi prosedur. Tujuh anggota KPPS yang sudah dilantik oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kecamatan Sawan itu adalah Ketut Arta Pande (ketua), Ketut Winaya, Gede Ardika, Wayan Ginastra, Gede Soma Ari, Gede Widiasa dan Made Ardani. 

Pencoblosan ulang di TPS 3 Desa Bungkulan dilakukan setelah dilaporkannya Gede Bagiada ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Buleleng oleh Ketut Sumardana karena diduga mencoblos lebih dari satu lembar surat suara. 

Setelah sejumlah saksi diperiksa, akhirnya Panwascam Sawan merekomendasikan pemungutan suara ulang sekaligus mengganti semua anggota KPPS Desa Bungkulan. Atas rekomendasi itu Panitia Pemilih Kecamatan menetapkan pemungutan suara ulang melalui rapat pleno. (Ruta Suryana)

Relawan PAS Beberkan Pelanggaran di Pilgub Bali


DENPASAR, KOMPAS.com - Menjelang pengumuman hasil Pemilihan Gubernur Bali oleh KPU Bali, tim relawan pasangan nomor urut 1 AA Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) membeberkan kecurangan yang terjadi saat pemungutan suara. 

Tim relawan PAS menerima sedikitnya tujuh laporan dari pendukung PAS sejumlah kecurangan menjelang dan saat pemungutan suara seperti money politics, penggelembungan suara, hingga intimidasi. 

"Prinsipnya kami menerima data, kami mendapatkan informasi ada indikasi penggelembungan suara di Kabupaten Tabanan, kemudian ada juga money politics, dan intimidasi," ujar Nyoman Mardika yang mengatasnamakan perkumpulan Bali Integritas saat konferensi pers di Denpasar, Selasa (21/5/2013). 

Dari sekian banyak temuan pelanggaran baru satu yang telah dilaporkan ke Panwaslu Kabupaten Jembrana. Selanjutnya tim relawan PAS akan melakukan koordinasi kembali terkait upaya hukum yang akan ditempuh. "Rencana selanjutnya masih kita bicarakan. Ada bukti-bukti laporan yang kita terima, apakah laporan ini ke panwaslu kita koordinasikan," jelas Mardika. 

Menurut Mardika dengan banyaknya laporan pelanggaran ini, perkumpulan Bali integritas yang termasuk relawan PAS menilai Pilgub Bali tidak berjalan jujur dan adil.

Pilgub Bali Aman, Pendukung Puspayoga Sembahyangan


Denpasar - Ratusan pendukung pasangan Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dan Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) menggelar persembahyangan bersama pendukungnya sebagai ungkapan rasa syukur atas berjalannya pilgub yang berjalan damai, hari ini, Sabtu (18/5/2013)

Dalam persembahyangan hari ini tampak hadir kandidat gubernur Puspayoga yang diusung PDIP dan Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristianto. Persembahyangan yang dipimpin pemangku atau pemuka agama setempat dan digelar di Pura Kantor DPD PDI Perjuangan Bali di Jalan Moncong Putih, Renon, Denpasar.

"Hari ini, kami ingin mengembalikan kesejatian masyarakat Bali pada kedamaian, kearifan lokal yang senantiasa menyandarkan pada kebersamaan kegotongroyongan," ujar Hasto, Sabtu (18/5/2013).

Persembahyangan bersama semua simpatisan PDIP dan lapisan masyarakat lainnya, kata Hasto, sebagai syukur atas berjalannya Pilgub Bali yang lancar, aman dan damai. "Persembahyangan kali ini juga merupakan rangkaian usai sejak tiga hari terakhir masyarakat diajak pesta sederhana dengan menikmati hidangan makanan dan minuman secara gratis seperti bakso, sate ayam, soto, es cendol dan lainnya," imbuhnya.

Menurut Hasto, kegiatan ini merupakan tradisi gotong royong PDIP dan kerja sama yang sangat dperlukan untuk membangun Bali ke depan. PDIP, menurut Hasto kini tidak mau terjebak dalam aksi klaim kemenangan pilgub yang membuat keresahan di masyarakat.

"Sikap PDIP sudah jelas setelah melakukan perhitungan di internal atas pemungutan suara kini tinggal menunggu hasil akhir perhitungan resmi KPU usai coblosan 15 Mei lalu. Ini bukan perayaan atau pesta bukan menang kalah, kita hari ni bicara kesejatian Bali sendiri di mana kita saling bersaudara," tegas Hasto.

Sementara itu, kubu pasangan Made Mangku Pastika dan Ketut Sudikerta (PastiKerta) hari ini memilih menggelar kegiatan pembekalan saksi-saksi dan relawan untuk mengawal proses penghitungan suara di semua tingkatan. Ketua Koalisi Bali Mandara (koalisi partai pendukung Pasti-Kerta) Gde Sumarjaya Linggih mengaku tetap optimis kandidat yang mereka usung sebagai pemenang pilgub.

"Besok Minggu (19/5), adalah pleno surat suara di kecamatan kami fokus akan mengawal itu. Pengawalan surat suara di kecamatan itu dilakukan dengan mengerahkan DCS (Daftar Caleg Sementara) dan relawan lainnya," jelasnya.

Kubu Puspayoga-Sukrawan Bantah Klaim Menang di Pemilukada Bali


DENPASAR, Jaringnews.com - Sebelum kepeputusan KPU Bali disahkan, pasangan Puspayoga-Sukrawan tidak mengklaim dirinya menang dalam Pemilukada Bali yang berlanngsung 15 Mei lalu. Jika ada pasanganlainnya mengataan menang dengan perhitungan versi tim suksesnya, itu bukan urusan tim sukses yang didukung PDIP ini.

“Bukan masalah menang kalah. Kami tidak pernah mengklain bahwa paket PAS (Puspayoga-Sukrawan) menang. Biarkah nunggu keputusan yang sah dari KPU saja,” kata AA.Ngurah Gede Puspayoga saat melakukan Sembahyangan di Pura Sekretariat DPD PDIP, Denpasar, Sabtu (18/5).

Jika hari ini kader dan simpatisan PDIP mengadakan makan bersama dengan mengundang pedagang kaki lima, ini hanyalah wujud dari jiwa Partai moncong putih yang dekat rakyat. Ditegaskan bahwa makan bersama ini adalah rasa syukur karena Pemilukada di Bali berjalan dengan damai.

“Ini bukan pesta kemenangan. Ini wujud kita bersyukur kepada Tuhan bahwa Pemilukada selama ini berjalan dengan baik, lancar, sudah sesuai dengan harapan kita,” tegasnya.

Wakil Gubernur Bali ini juga mengharapkan proses perhitungan suara berjalan dengan baik. Rakyat Bali sudah pintar dan faham betul dengan keamanan yang wajib kita jaga bersama. Jangan terus diimbau terus karena masyarakat Bali tidak akan mempertaruhkan apa yang sudah dijaga bersama.

PDIP merasa hadapi Orde Baru jilid II di Pilgub Bali


PDIP merasa menghadapi Orde Baru jilid II pada ajang pemilihan gubernur (Pilgub) Bali. Indikasi itu terlihat dari dikerahkannya aparat ke sejumlah daerah basis partai berlambang banteng ini jelang rekapitulasi suara oleh KPU.

"Kami saat ini seperti menghadapi Orde Baru jilid II," kata Wakil Sekjen DPP PDIP Hasto Christianto kepada wartawan di kantor DPD PDIP Bali, Denpasar, Jumat (17/5).

Menurutnya, pengerahan aparat keamanan secara berlebihan terpantau di Tabanan, Buleleng dan Jembrana. Ketiga daerah itu merupakan basis PDIP yang cukup kuat.

Di ketiga daerah itu dilaporkan aparat hampir berjaga di setiap sudut kota. "Jangan ada teror baru bagi proses demokrasi rakyat Bali," ujar Ketua Tim Hukum dan Advokasi DPP PDIP, Arteria Dahlan menimpali.

Hingga saat ini, PDIP bersikukuh pasangan Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan telah mengalahkan pasangan I Made Mangku Pastika -Ketut Sudikerta. Hal itu didasarkan pada hitung cepat yang dilakukan internal partai dengan perolehan suara 50,8 persen.

Karena itu, Hasto meminta semua pihak menunggu hasil rekapitulasi resmi KPUD Bali. "Jangan ada provokasi di mana di balik itu sesungguhnya ada niatan tersembunyi merubah rekapitulasi suara. Mari kita tunggu KPU yang memiliki aspek legalitas," ajak Hasto.

Indikasi Kecurangan, PDIP Minta Kadernya Tenang


Denpasar, GATRAnews - Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristianto, mengimbau seluruh masyarakat Bali agar tetap tenang dalam menyikapi perhitungan suara hasil Pemilihan Gubernur Bali yang belum final. Ia menegaskan, kewaspadaan dan kondusivitas sangat diperlukan, kendati tim pemenangan PDIP mengalami banyak provokasi di lapangan.

“Di balik provokasi itu saya yakin akan ada niatan mengubah rekapitulasi penghitungan suara,” ujar Hasto, pada konfrerensi pers di Kantor DPD PDIP Bali, di Denpasar, Jumat (17/5). 

Menurutnya, PDIP, sebagai partai pengusung pasangan nomor urut 1 AA Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan juga menilai, dari hasil real count yang dilansir pasangan kompetitornya pasangan nomor urut 2, merupakan bagian dari penciptaan situasi yang tak kondusif atau membuat gelisah masyarakat di Bali.

Pasalnya, hasil keputusan rekapitulasi suara yang real dan berdasar legalitas harusnya dilakukan oleh pihak KPUD Provinsi Bali, bukan dari tim kandidat. Pihak PDIP, ujar Hasto, akan membantah segala hitungan yang dilakukan oleh pihak kandidat lawan.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, tim advokasi paket PAS, Arif Wibowo, menjelaskan bahwa kejujuran harus berangsung apa adanya dalam proses penghitungan rekapitulasi.

Kendati demikian, pihak tim pemenangan PAS menghimbau agar tim pemenangan yang ada di setiap wilayah agar mengawal suara dengan tenang. Karenanya, semua pihak agar tidak memberikan kesan represif dalam proses penghitungan suara yang sedang berlangsung saat ini.

Menanggapi kecurangan dan represifitas, Arteri Dahlan sebagai Ketua tim advokasi pasangan PAS berjanji akan menggelar temuan kecurangan yang terjadi di setiap desa.

“Kami melihat, terjadi mobilisasi keamanan yang berlebihan di desa-desa daerah basis pendukung pasangan PAS. Mereka ada di daerah Jembrana, Buleleng, Gianyar dan Tabanan,” kata pria yang akrab dengan nama Teri ini.

Selebihnya, jelas Teri, pada proses pemungutan suara beberapa hari yang lalu, pihaknya memiliki bukti dari praktik kampanye hitam yang terstruktur. Dan juga ada intimidasi kepada ribuan orang yang tidak mempergunakan hak pilihnya, juga melakukan mobilisasi penggiringan massa ke TPS.

Pembagian beras dan uang senilai Rp 20 ribu dan Rp 30 ribu, juga terjadi di beberapa wilayah. Semua praktik kecurangan, kata Teri, berlangsung massif.

“Yang jelas, semua kecurangan akan kami beber dengan berbagai bukti kami yang ada. Tunggu saja nanti. Dan yang jelas, suara kami lebih unggul,” imbuh Teri.

DPP PDIP Turun, Suara PAS di 2 Kabupaten Berubah


DENPASAR - Hasil penelusuran tim hukum DPP PDIP yang langsung memantau penghitungan suara di TPS Pilgub Bali, mendapati adanya penurunan perolehan suara jago mereka di dua kabupaten, yakni Klungkung dan Karangasem.

Wakil Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristianto, menegaskan, tim DPP telah diterjunkan ke sembilan kabupaten kota untuk mengawal jalannya penghitungan suara berbasis kartu form C1 di semua tingkatan.

"Sampai saat ini kami berpegangan hasil real count yang berbasiskan form C1. Ada perubahan suara di Karangasem dan Klungkung," kata Hasto saat jumpa pers di DPD PDIP Bali, Denpasar Jumat (17/5/2013).

Terjadinya perubahan suara itu, kata dia, diperoleh berdasar perhitungan internal partai dan juga relawan PAS yang disebar ke semua desa.

Yang mengejutkan, suara kandidat gubernur Anak Agung Ngurah Puspayoga dan Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) justru mengalami penurunan di Kabupaten Klungkung dan Karangasem.

Meski begitu, pihaknya masih lebih unggul dari pasangan Made Mangku Pastika dan Ketut Sudikerta di beberapa kabupaten lainnya dengan perolehan suara 50,8 persen.

Terkait perang wacana hasil hitung cepat dan real count yang berbeda, pihaknya tidak ingin terjebak dalam masalah tersebut. Menurutnya, PDIP tetap taat asas dan terus melakukan pengendalian hingga tingkat ranting agar tidak terlibat dalam perang wacana itu.

Untuk itu bersama Tim hukum DPP PDIP yang dipimpin Arief Wibowo, PDIP tetap menunggu perhitungan suara resmi yang dilakukan KPU. “Kita tunggu KPU yang memiliki aspek legalitas," tutupnya didampingi Ketua Tim Hukum dan Advokasi DPP PDIP, Arteria Dahlan.

PDIP Yakin Puspayoga Ungguli Mangku Pastika


VIVAnews - Wakil Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristianto, minta agar semua pihak bersabar menunggu pengumuman resmi KPUD Bali terkait perolehan suara masing-masing kandidat.

"Jangan ada provokasi di mana di balik itu sesungguhnya ada niatan tersembunyi mengubah rekapitulasi suara. Mari kita tunggu KPU yang memiliki aspek legalitas," kata Hasto saat memberi keterangan resmi, Jumat 17 Mei 2013.

Hingga saat ini, Hasto masih yakin kandidat yang diusung PDIP, Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) ke luar sebagai pemenang dengan perolehan suara 50,8 persen. "Sampai saat ini kami tetap berpegangan pada yang kemarin, hasil real count berbasis form C1. Ada perubahan suara di Karangasem dan Klungkung," kata dia.

Menurut dia, angka yang diperolehnya berdasar perhitungan internal partai dan juga relawan PAS. "Lansiran data mereka (tim Pastika-Sudikerta) membuat ketegangan di lapangan. Kami membantah hitung-hitungan itu," ujar Hasto.

Hasto menyebut jika suara kandidatnya mengalami penurunan di Kabupaten Klungkung dan Karangasem. "Meski begitu kami masih lebih unggul dari pasangan lain. Kita tidak ingin perang wacana. Kami taat asas, mampu melakukan pengendalian hingga tingkat ranting. Ada lempar batu sembunyi tangan, seolah-olah kami melakukan kecurangan. Jangan karena demi ambisi mengalahkan kekuasaan, suara demokrasi rakyat dikebiri," kata Hasto.

Rekapitulasi terbuka

Tim hukum DPP PDIP, Arief Wibowo, menegaskan jika perhitungan suara yang dilakukan oleh KPU harus dipastikan dalam situasi yang tenang. "Harus terbuka, tidak dalam situasi represif, takut. Rekapitulasi harus terbuka tanpa tekanan apapun," kata Arief.

Ia meminta agar tidak perlu ada pengerahan aparat keamanan secara berlebihan di tengah situasi Bali yang kondusif. "Tidak perlu ada pengerahan aparat keamanan berlebihan. Pantauan kami di Tabanan, Buleleng dan Jembrana terjadi mobilisasi aparat keamanan berlebihan. Daerah lain tidak berbanding sama," kata Arief. "Suasana yang kami hadapi seperti menghadapi Orde Baru jilid II," ujar Hasto.

Ketua Tim Hukum dan Advokasi DPP PDIP, Arteria Dahlan menegaskan, hingga kini kandidat yang diusung partainya dalam posisi menang, meski tidak terlalu banyak meraup perolehan suara. "Tapi melebihi suara Mangku Pastika," kata dia.

Arteria meminta semua pihak untuk menyerahkan kepada KPU terkait siapa yang akan ke luar sebagai pemenang pada pemungutan suara 15 Mei lalu. "Dokumen C1 biar dijadikan dasar siapa yang menang, siapa yang kalah. Tidak pernah terpikir oleh kami melakukan perbuatan biadab menggandakan suara," kata Arteria.

Menurut dia, saat ini di Pulau Dewata hampir di setiap sudut kota dijaga ketat aparat kepolisian. "Jangan ada teror baru bagi proses demokrasi rakyat Bali," ucapnya.

Arteria Dahlan mengatakan, dari hasil pantauannya di sembilan kabupaten/kota banyak sekali peristiwa yang merugikan kandidat yang diusung partainya. "Kalau tidak ada kejadian seperti ini, suara kami akan menang jauh. Salah satu yang beredar adalah adanya surat yang diberikan ke kepala desa soal penjelasan jika PAS menang maka akan merubah struktur masyarakat Hindu Bali digantikan dengan Islam. Belum lagi masalah intimidasi. Banyak rakyat tak bebas menggunakan hak pilihnya," ujar Arteria.

"Juga ada rapat-rapat umum yang mendiskreditkan kandidat kami. Kami punya rekaman videonya. Mobilisasi massa juga. Pembagian uang dan beras, ada yang Rp20 ribu dan Rp30 ribu secara massif di seluruh daerah," kata Arteria.

QUICK COUNT PILKADA BALI: Awalnya Unggul, Pastikerta Kalah


KABAR24.COM, JAKARTA: Pasangan Made Mangku Pastika dan Ketut Sudikerta (Pastikerta) kalah dalam quick count (hitung cepat) yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Pilkada Bali 2013.

Pada awal perhitungan, pasangan Pastikerta sebenarnya terus mengungguli pasangan Anak Agung Ngurah Puspayoga dan Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) dalam quick count SMRC.

Namun ketika sampel SMRC mencapai 96,25% suara, pasangan Puspayoga dan Sukrawan menyusul melewati suara dari pasangan Pastikerta.

Berikut hasil Quick Count Pilgub Bali versi SMRC Berikut yang ditwit @saifulmujani:

QCBali – DataMasuk 99.75% – PAS 50.26% – PASTIKERTA 49.74%

Puspayoga-Sukrawan 50,2%, Pastika-Sudikerta 49,8%. Data masuk: 99,50%

Puspayoga-Sukrawan 50,16%, Pastika-Sudikerta 49,84%. Data masuk: 99%

QCBali – DataMasuk 97.75% – PAS 50.05% – PASTIKERTA 49.95%

QCBali – DataMasuk 96.25% – PAS 50.07% – PASTIKERTA 49.93%

QCBali – DataMasuk 93.50% – PAS 49.65% – PASTIKERTA 50.35%

QCBali – DataMasuk 90.75% – PAS 49.5% – PASTIKERTA 50.5%

QCBali – DataMasuk 86.50% – PAS 49.85% – PASTIKERTA 50.15%

QCBali – DataMasuk 82.75% – PAS 49.75% – PASTIKERTA 50.25%

QCBali – DataMasuk 80.50% – PAS 49.64% – PASTIKERTA 50.36%

QCBali – DataMasuk 77.25% – PAS 49.71% – PASTIKERTA 50.29%

QCBali – DataMasuk 77.25% – PAS 49.71% – PASTIKERTA 50.29%

QCBali – DataMasuk 72.25% – PAS 49.41% – PASTIKERTA 50.59%

QCBali – DataMasuk 69% – PAS 49.49% – PASTIKERTA 50.51%

QCBali – DataMasuk 66.50% – PAS 49.63% – PASTIKERTA 50.37%

QCBali – DataMasuk 60.25% – PAS 49.8% – PASTIKERTA 50.2%

QCBali – DataMasuk 35% – PAS 49.33% – PASTIKERTA 50.67%

QCBali – DataMasuk 30.50% – PAS 48.31% – PASTIKERTA 51.69%

QCBali – DataMasuk 23.25% – PAS 48.73% – PASTIKERTA 51.27%

QCBali – DataMasuk 17.25% – PAS 48.63% – PASTIKERTA 51.37%

QCBali – DataMasuk 13% – PAS 47.75% – PASTIKERTA 52.25%

QCBali – DataMasuk 8% – PAS 48.68% – PASTIKERTA 51.32%

QCBali – DataMasuk 6.50% – PAS 51.26% – PASTIKERTA 48.74%

QCBali – DataMasuk 2% – PAS 61.16% – PASTIKERTA 38.84%

QCBali – DataMasuk 1.75% – PAS 59.94% – PASTIKERTA 40.06%

Masyarakat Bali di delapan kabupaten dan satu kota secara serentak memilih gubernur dan wakil gubernur periode 2013–2018, Rabu (15/5).

Dua kandidat bertarung meraih simpati masyarakat untuk bisa memimpin Bali lima tahun ke depan, yakni pasangan Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan dan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta.

PAS Unggul di Hitung Cepat, PDIP Masih Tunggu Pengumuman Resmi KPU Bali

Calon gubernur Pemilihan Kepala Daerah Bali (Pilkada) 2013, A.A Ngurah Puspayoga (kiri) bersama istri, Bintang Puspayoga memperlihatkan bukti pemilihan seusai menggunakan hak pilihnya pada pemungutan suara Pilkada Bali di Denpasar, Bali, Rabu (15/5).

Jakarta - Pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Bali Anak Agung Ngurah Puspayoga - Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) unggul dalam hitung cepat (quick count) media televisi nasional. Pasangan nomor urut satu ini mengalahkan pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta (PASTIKERTA)

PAS diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sedangkan PASTIKERTA diusung delapan partai politik (parpol) yakni Golkar, Demokrat, Hanura, Gerindra, PNBK, Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

"Tentu berita yang sangat menggembirakan jika kami memenangkan Pilkada Bali. Tim dan saksi kami juga sedang lakukan penghitungan. Tetapi apa pun itu, kita menunggu perhitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali dan juga perhitungan yang dilakukan PDIP untuk dapat mengetahui secara pasti hasil dilapangan," kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDIP, Eriko Sotarduga, di Jakarta, Rabu (15/5).

"Kemenangan di Bali tentu menambah semangat kami dalam pemenangan calon PDIP di Pilkada Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya-Benny yang masuk putaran kedua serta pasangan kami di Jawa Tengah Ganjar-Heru," imbuh Eriko.

Dia berharap masyarakat Bali harus tetap menjaga situasi agar tetap kondusif.

"Kami meyakini masyarakat Bali yang sangat punya kultural ramah dan beretika dapat menerima apapun hasil pilkada untuk Bali yang lebih baik. Apalagi Bali di mata dunia luar sudah sangat dikenal dan diketahui mempunyai budaya dan toleransi yang tinggi, menerima segala perbedaan yang ada terutama dalam memilih pemimpin mereka lima tahun ke depan," ujar anggota Komisi V DPR ini.

Puspayoga unggul di TPS-nya


Denpasar (ANTARA News) - Pasangan Calon Gubenur dan Calon Wakil Gubernur Bali Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan unggul dalam perolehan suara di TPS VIII Banjar Belaluan Sadmerta, Kota Denpasar, yang adalah tempat Puspayoga dan keluarganya mencoblos, Rabu.

Pasangan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini meraih 242 suara, sedangkan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta hanya 62 suara.

Di TPS di jantung kota Denpasar itu ada tiga suara tidak sah dari 366 pemilih yang tercatat, dan 60 pemilih tidak menggunakan hak suaranya.

Di TPS IX Banjar Belaluan Sadmerta, Puspayoga-Sukrawan meraih 209 suara, sedangkan Pasti-Kerta 33 suara, sedangkan di TPS VI Banjar Cemara Agung, Desa Tegal Harum, Denpasar, Puspayoga-Sukrawan kembali unggul dengan 187 suara dari 147 suara yang diraih Pastika-Sudikerta.

QUICK COUNT PILKADA BALI: PAS Unggul Tipis Terhadap PASTIKERTA (Versi IRC)


BISNIS.COM, JAKARTA-Hasil hitung cepat atau quick count pada Pilkada Bali 2013 kedua pasangan bersaing ketat.

Dalam hitung cepat versi Indonesia Research Center yang disiarkan MNC TV pada pukul 13.45 WIB, pasangan nomor urut 1, AA Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) memperoleh suara sementara 50,62%.

Adapun nomor urut2, pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta (PASTIKERTA) meraih suara 49,38%. Sedangkan total suara yang suara terakumulasi sudah mencapai 84,00% dari sampel.

Tercatat sebanyak 2.925.679 warga Bali yang terdaftar sebagai pemilih melaksanakan pemilihan Gubernur Bali periode 2013-2018 di 6.371 tempat pemilihan suara pada 15 Mei 2013.

Ribuan TPS itu tersebar di 9 kabupaten/kota di Bali yakni Denpasar, Badung, Tabanan, Jembrana, Buleleng, Bangli, Karangasem, Klungkung, dan Gianyar.

QUICK COUNT PILKADA BALI 2013: PAS Unggul 50,19%, PASTIKERTA 49,81%


MAKASSAR– Hasil perhitungan cepat (quick count) yang disiarkan salah satu tv swasta pukul 13:58 WIT menempatkan pasangan nomor urut 1, AA Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) kini memimpin dengan 50,19%.

Sedangkan nomor urut2, Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta (PASTIKERTA) meraih suara 49,81% , dengan total suara masuk 58%.

Sebelumnya sekitar pukul 07.00 wita hingga 13.00 wita, sebanyak 2.925.679 warga Bali yang terdaftar dalam daftar pemilih melaksanakan pemilihan Gubernur Bali periode 2013-2018 di 6.371 tempat pemilihan suara pada 15 Mei 2013.

Ribuan TPS itu tersebar di 9 kabupaten/kota di Bali yakni Denpasar, Badung, Tabanan, Jembrana, Buleleng, Bangli, Karangasem, Klungkung, dan Gianyar.

Megawati ke Bali Pantau Langsung Quick Count Pilgub


DENPASAR - Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, memutuskan memantau langsung hasil penghitungan suara atau quick count Pigub Bali.

Padahal, sebelumnya Wasekjen PDIP Hasto Kristianto mengatakan Megawati akan memantau penghitungan suara dari Jakarta.

“Awalnya Ibu Mega akan memantau dari Jakarta, tapi mendadak memutuskan terbang ke Bali. Tadi malam beliau tiba,“ beber Hasto dalam keterangan resminya di Denpasar, Rabu (15/5/2013).

Hasto menambahkan, rencananya Megawati akan bergabung dengan cagub Puspayoga dan tim pemenangan di kantor DPD PDIP di Renon, Denpasar.

Ditanya apakah ada alasan khusus hingga Megawati memutuskan ke Bali, Hasto mengungkapkan keberangkatan mantan Presiden RI itu hal yang biasa.

“Ini masukan dari teman-teman yang menginginkan agar Pilgub Bali berlangsung jujur dan adil, makanya Ibu Mega ke Bali,” tambah Hasto.

PDIP melangsungkan pemantauan penghitungan cepat di Sekretariat DPD PDIP, sedangkan Pasangan PastiKerta di Sekar Tunjung Center.

Ketua KPU: Pilgub Bali Unik dan Perlu Dicontoh


INILAH.COM, Denpasar - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik menilai Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali itu unik dengan pemakaian baju adat di sebagian besar Tempat Pemungutan Suara (TPS). Keunikan tersebut bisa menjadi di Indonesia

"Saya melihat sendiri jika Pilgub Bali itu unik dan memiliki daya tarik tersendiri. Salah satunya kita melihat hampir seluruh petugas yang ada, semuanya menggunakan pakaian adat. Bahkan, warga yang ikut coblos juga semuanya menggunakan pakaian adat," ujarnya, saat ditemui usai berkeliling di TPS di Denpasar, Bali, Rabu (15/5/2013).

Husni juga menilai partisipasi masyarakat Bali dalam pemilihan luar biasa. Dia mengatakan dari TPS yang dikunjunginya, saat TPS dibuka, masyarakat langsung berduyun-duyun memasuki TPS.

"Setelah keliling-keliling di beberapa TPS di Kota Denpasar, Mereka datang dengan pakaian adat secara tertib, datang menuju TPS, antre, dapat giliran, lalu kembali ke rumah dengan tertib. Ini sungguh luar biasa dan bisa jadi contoh di Indonesia," ucapnya kagum.

Pilgub Bali, kata Husni sudah memenuhi standar nasional sebagaimana yang diamanatkan UU dan Peraturan KPU. Hal itu, menurutnya sudah kelihatan sejak tahapan Pilgub itu dimulai.

Terkait dengan kisruh surat suara, menurut Husni, itu sudah diatur sesuai kesepakatan, "Buktinya, sampai saat ini kedua kandidat menerimanya, dan Pilgub Bali berlangsung lancar sesuai dengan UU. Artinya tidak ada hal yang menghambat dan sebagainya," tegasnya.

Terkait kemungkinan akan terjadinya gugatan pasca Pilgub Bali nanti, Husni memandang, hal itu hal wajar dalam Pilgub atau Pilkada umumnya. "Intinya, KPU sudah siap bila terjadi gugatan dari pihak yang merasa dirugikan," katanya.

Puspayoga Harap Tak Ada Sengketa di Pilgub Bali


DENPASAR - Calon gubernur yang diusung PDIP, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, berharap tidak ada sengketa setelah pencoblosan dan penghitungan suara resmi dari KPU provinsi.

Harapan itu disampaikan Puspayoga usai menggunakan hak pilihnya bersama sang istri, Bintang Puspayoga, di TPS 8, Banjar Belalauan Sad Merta, Denpasar Timur.

“Mari kita jaga bersama agar Pilgub Bali berjalan aman dan damai. Saya berharap tidak ada sengketa setelah pilkada,” sebut Puspayoga, Rabu (15/5/2013).

Baginya, kalah atau menang Bali adalah tetap miliki bersama yang harus dijaga.

Ditanya soal peluang memenangkan pilgub, Puspayoga menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Pria yang berpasangan dengan Dewa Nyoman Sukrawan di Pilgub Bali itu juga mengingatkan, sebagai manusia biasa, dia hanya bisa berusaha dan tidak boleh mendahului kehendak Tuhan.

“Itu semua rahasia Tuhan. Kita harus siap menang dan siap kalah, karena pasti ada yang kalah dan menang,” ucap mantan Wali Kota Denpasar dua periode itu.

Megawati Tugaskan Prananda Prabowo Amati Pilgub Bali


Metrotvnews.com, Denpasar: Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri memiliki perhatian yang lebih pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali.

Bahkan, Wakil Sekjen PDIP Hasto Kristianto di Kantor DPD PDIP Bali di Jalan Moncong Putih Denpasar, Selasa (14/5), memastikan Megawati telah menugaskan putra keduanya, Prananda Prabowo, untuk mengamati proses pilgub. 

"Ibu Megawati menugaskan Prananda Prabowo (putra kedua Megawati) untuk memantau terus," tuturnya.

Lalu, siapakah Prananda? Prananda adalah putra kedua Megawati dengan suami pertamanya, Lettu Penerbang Surindro Supjarso. Putra pertama Megawati dengan Surindro adalah Mohammad Rizki Pratama.

Ketika Megawati sedang mengandung Prananda, Surindro mengalami kecelakaan pesawat. Pesawat Skyvan T-701 yang dikendalikannya terempas di laut sekitar perairan Pulau Biak, Irian Jaya, pada 1970. Dalam insiden itu, jasad Lettu Penerbang Surindro Supjarso beserta tujuh orang awak pesawat tidak didapat. Hanya tersisa serpihan puing bangkai pesawat berserakan di laut sekitar perairan tersebut. 

Lalu, Megawati mendapatkan seorang putri dari pernikahannya dengan Taufiq Kiemas yang dinamai Puan Maharani.

Menang di Sosial Media, PDIP Optimistis di Pilgub Bali


DENPASAR - Hasil sebuah lembaga survei yang menempatkan pasangan Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan unggul di sosial media, sehingga menjadikan PDIP optimis dalam Pemilihan Gubernur Bali yang digelar Rabu, 15 Mei.

"PDIP siap mengikuti Pilgub Bali, tentu kami ingin menang terhormat. Kami siap mengawal pilgub dengan jujur, adil, dan demokratis," tegas Wasekjen DPP PDIP, Hasto Kristanto saat konferensi pers di Kantor DPD PDIP Renon, Denpasar, Selasa (14/5/2013) 

Bagi PDIP, Bali memiliki sejarah panjang dan menginspirasi sehingga pihaknya akan berupaya maksimal untuk memenangkan pilgub.

"Ibu Mega akan memantau pelaksanaan pilgub dari Jakarta, beliau memberi perhatian penuh terhadap Bali," tegasnya.

Megawati telah menugaskan seluruh anggota DPR asal Bali untuk mengawal dan memantau jalannya pesta demokrasi lima tahunan itu. Selain itu, petinggi DPP seperti Pranando Prabowo juga diterjunkan. 

Untuk menjamin pelaksanaan pilgub yang aman dan damai serta jurdil, pihaknya meminta seluruh penyelenggara pemilu mulai KPU hingga Panwaslu maupun aparat Kepolisian bersikap netral.

Mengutip hasil survei PolticalWave, jago PDIP memimpin dengan presentase 54,8 persen. Demikian juga elemen share of citizen pasangan ini unggul hingga 50,5 persen.

"Semua punya asumsi bahwa kami lemah di serangan udara, namun tren share of awarness dan elektabiltas kandidat yang mendapat dukungan kelas menengah, kami masih memimpin," bebernya didampingi fungsioanaris DPD Nyoman Parta.

Hasil itu tidak terlalu jauh dengan survei internal partai besutan Megawati Soekarnoputri ini. Jika keunggulan di sosial media, digabung dengan kekuatan relawan lainnya maka akan jauh lebih positif.

Terlepas dari itu semua, pihaknya ingin memastikan masyarakat menggunakan hak suaranya pada Pilgub Bali tanpa tekanan. Masyarakat Bali diminta tetap menjaga keharmonisan dan kondusivitas.

Pilgub bukan lagi sekadar menang atau kalah melainkan bagaimana melahirkan pemimpin ke depan yang dapat menghindarkan diri dari penyalahgunaan kekuasaan dan praktik politik uang.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. U.H.P News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger