Bandung - Tiga kandidat absen dalam diskusi pilgub yang digelar Persatuan Anak Guru Indonesia (PAGI) Jabar di Hotel Savoy Homan, Jalan Asia-Afrika, Kamis (24/1/2013). Akademisi Universitas Padjadjaran (Unpad) Arry Bainus menilai mereka tidak punya keberanian.
Mereka yang tidak hadir adalah pasangan Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim, Dede Yusuf-Lex Laksamana, dan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar. Sementara yang hadir Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Toyib (diwakili Dikdik), dan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki (diwakili Teten).
"Mereka (yang tidak hadir) enggak siap, enggak punya keberanian," kata Arry saat ditemui usai diskusi.
Ia menyayangkan tidak hadirnya perwakilan tiga kandidat dalam diskusi seputar dunia pendidikan itu. "Saya sih menyesalkan, komitmen cagub-cawagub ini di mana?" sindirnya.
"Bagaimana pun yang dilihat dari pemimpin itu komitmennya. Nah, ditantang untuk diskusi saja kenapa harus takut," papar Arry.
Jika cagub-cawagub tidak punya keberanian untuk berdiskusi di hadapan publik, ia mengaku tidak terbayang bagaimana yang bersangkutan memimpin ke depan. "Bayangkan, yang dipimpin itu 49 juta orang, kalau tidak ada keberanian untuk itu, jangan jadi pemimpin. Pemimpin itu harus berani
dengan perihnya, harus berani dengan darahnya," tegas Arry.
Ia menilai, visi-misi pasangan Dikdik-Toyib dan Rieke-teten di dunia pendidikan untuk dunia pendidikan cukup baik. "Tapi sayangnya tidak ada lawan dari pihak lain, khususnya incumbent. Incumbent juga harus dipertanyakan (apa yang sudah dilakukan)," jelas Arry.
