Demikian dikatakan Teten Masduki yang juga Cagub dari PDIP, di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro Bandung, Senin (31/12) siang ini.
“Budaya lokal ini kan sebagai identitas bangsa. Kalau ini malah dihilangkan, lambat laun akan hilang,” kata Teten protes.
Sebab menurutnya, identitas dari kultur yang asli akan menjadi bias. Terlebih budaya itu lah yang menjadikan suatu budaya yang berkepribadian.
“Akan seperti bangunan yang tidak punya pondasi. Dimana pertahanannya terus digerus dan akan mudah roboh dengan terpaan,” tuturnya.
Kedati masih ada ruang di daerah untuk memasukan kurikulum, namun pihaknya tetap memprotes atas upaya penghilangan mata pelajaran Muatan Lokal tersebut.
Menurutnya, ada upaya meringankan beban kurikulum dengan dihilangkannya sejumlah kurilulum. Namun sebaiknya mata pelajaran yang berhubungan dengan budaya lokal jangan dihilangkan.
“Jepang saja masih mempertahankan budaya aslinya sebagai pondasi budaya. Bahkan mengawinkannya dengan budaya modern dan hasilnya terbentuk suatu peradaban yang kuat serta berdampak positif dalam kehidupan mereka,” jelasnya.(**)
