WAKIL Gubernur (Wagub) Bali A.A. Ngurah Puspayoga ngaturang ayah pada upacara mapepada di Pura Penataran Agung Besakih, Senin (25/3) kemarin. Upacara mapepada merupakan rangkaian Karya Ida Batara Turun Kabeh, guna menyucikan binatang yang akan digunakan dalam puncak karya, Selasa (26/3) hari ini.
Selain Wagub Puspayoga, juga hadir Nyonya Bintang Puspayoga. Bahkan, Wagub dan Nyonya Bintang Puspayoga mengikuti prosesi mapepada dengan mundut pralingga Ida Batara mengelilingi areal Pura Penataran Agung Besakih sebanyak tiga kali diikuti pangayah dan pamedek lainnya.
Pamangku Pura Agung Besakih, Gusti Mangku Jana, mengatakan upacara mapepada kemarin kapuput Ida Pedanda Gede Manu Singaraga dari Gria Taman Sari, Sangkangunung, Karangasem. Adapun soroh wewalungan yang mengikuti upacara mapepada di antaranya enam kerbau, satu sapi, empat angsa, sebelas babi, penyu, kambing, ayam dan bebek. Selain penyucian wewalungan, Gusti Mangku Jana mengatakan, mapepada juga sekaligus nyupat dan masupati dengan harapan pada kehidupan yang akan datang menjelma menjadi makhluk yang lebih baik.
Setelah mapepada, sorenya dilaksanakan upacara memben. Upacara tersebut dilaksanakan setelah selesai ngunggahang banten yang akan digunakan upakara hari ini. ''Upacara memben untuk menyucikan banten yang akan diaturkan besok (hari ini - red). Dengan upacara memben ini, berarti segala persiapan sudah selesai dan siap dilaksanakan upacara puncak Karya Ida Batara Turun Kabeh,'' kata Gusti Mangku Jana.
Untuk itu, dia mengimbau umat agar tetap eling, ngaturang pamuspaan, mapahayu, sekaligus mohon tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dia juga berharap umat tetap bisa menjaga kesucian dan kebersihan Pura Agung Besakih.
Setelah puncak Karya Ida Batara Turun Kabeh, rencananya Ida Batara nyejer selama 20 hari sebelum digelar upacara panyineban 16 April mendatang.