Headlines News :

Pengikut

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Tampilkan postingan dengan label rieke diah pitaloka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rieke diah pitaloka. Tampilkan semua postingan

Rieke Diah Pitaloka Ajak Kawal Formulir C1

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Rieke Diah Pitaloka yang belum berhasil dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat ambil bagian dalam kampanye paket Frans Lebu Raya dan Benny Litelnoni (Frenly) di Gor Oepoi Kupang, Sabtu (9/3/2013). Ia mengatakan kedatanganny ke NTT karena dia mendengar ada koalisi kebangsaan yang dibangun untuk mendukung Frenly.

Dia yakin koalisi yang dibangun itu bukan semata-mata untuk mencari kekuasaan. Dia meminta agar seluruh kader PDI Perjuangan, tim sukses dan pendukung Frenly untuk mengawal ketat formulir C1.

Andre Parera menyampaikan sosok Beny Litelnoni yang rendah hati dan sederhana yang sangat cocok dipadukan dengan Frans Lebu Raya. Frans Lebu Raya didampingi Beny Litelnoni pada saat kampanye mengatakan, mereka yakin NTT hanya bisa dibangun dalam kebersamaan, karena itu meski PDI Perjuangan NTT secara normatif sudah memenuhi syarat untuk mengusung calon sendiri, mereka masih berusaha berkoalisi dengan empat partai lainnya . "NTT hanya bisa dibangun dalam kebersamaan. Karena itu kami ajak, Hanura, PKS, PKB dan PPP, " katanya.

Frans mengungkapkan alasan mengapa dirinya masih maju lagi dalam pilgub ini, karena ada banyak program pro rakyat terutama program Anggur Merah yang mesti dilanjutkan sebagai bukti keberpihakan kepada rakyat kecil.

"Siapa bilang NTT tidak ada kemajuan? Ada banyak kemajuan selama kepemimpinan ini karena kita telah berjuang untuk rakyat. Yang bilang gagal adalah orang yang ketiduran di jalan. NTT tidak boleh dibandingkan dengan Jawa Timur, Jawa Barat atau daerah lainnya. Tapi dibandingkan NTT saat ini dengan lima tahun lalu, itu baru cerdas," tegasnya.

Menurutnya, politik bukan urusan putar balik, tipu- menipu tetapi sebuah upaya sadar untuk kesejahteraan rakyat. Frans berjanji akan memberikan beasiswa kepada para guru untuk belajar meningkatkan kualitas. 

"Banyak orang akan meniru program Anggur Merah, tapi kita sudah terbukti, yang lain baru janji. APBD kita belum memungkinkan untuk menaikkan nilai anggaran pada program Anggur Merah di atas Rp 250 juta. Jadi tetap kita lanjutkan dengan angka yang sama dan diupayakan semua desa mendapat dana ini," katanya.

Frans mengingatkan agar tim sukses dan pendukungnya tetap santun menghadapi berbagai fitnah terhadap paket Frenly. Dan, seperti biasa, Frans mengakhiri kampanyenya dengan berceritera tentang angin, lalu bernyanyi bersama insterinya, Ny. Lusia Adinda Dua Nurak Lebu Raya. 

Kampanye paket Frenly kali ini dapat digambarkan paling ramai. GOR Oepoi yang biasanya lengang tampak ramai oleh ribuan massa yang menyesaki lantai dasar GOR dan juga tribun GOR ini. Meski sudah sesak, masih banyak orang yang tidak bisa masuk. Kampanye ini juga dimeriahkan Yopie Latu yang mendendangkan lagu gemu famire dari Maumere yang membangkitkan semangat massa bergoyang ria. 

Ketua DPW PPP NTT, Yahidin Umar mengajak seluruh warga NTT untuk memilih Frenly karena paket ini adalah dua figur yang rendah hati, merakyat dan berbudaya.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Sirait mengaku terkagum-kagum dengan model kampanye oleh Frenly di GOR Oepoi. Di tempat lain, katanya, kampanye dengan suara yang lantang dan berapi-api, namun Frenly tampil dengan suara yang lembut dan disambut meriah oleh ribuan massa. Dia juga menyampaikan ketidak hadiran Megawati karena sesuatu alasan, namun Megawati yakin, Frenly pasti menang di NTT. 

"Ibu Mega yakin Frenly pasti menang karena NTT adalah tempat berjuang yang sehat bagi PDI Perjuangan, sehingga Ibu Mega tidak datang," katanya.

Menurut Sirait, pasangan Frenly adalah pasangan yang mampu berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat NTT. "Anggaran pembangunan untuk NTT akan berlimpah-limpah jika PDI Perjuangan jadi partai pemerintah di tahun 2014. Mari menangkan Frenly di NTT," ajaknya.(gem/roy)

Rieke : Kita Harus Optimis


Bandung, 24/2 Proses hitung cepat masih terus berlangsung. Sementara menunggu proses tersebut, Rieke Diah Pitaloka menyampaikan kepada masyarakat agar terus mengawasi proses penghitungan suara, hingga selesai.

Rieke menuturkan bahwa harapan semua relawan disandarkan padanya. Untuk itu hasil hitung cepat sementara, jangan membuat kita menyerah.

”Tps kita dipelosok masih banyak Jangan bilang kalah jangan lemas, ini msh berjuang”.

Rieke menyampaikan optimis terhadap hasil pilkada Jawa Barat periode 2013-2018.

”Kita harus optimis, kita tidak pakai uang rakyat atau fasilitas publik” ungkap Rieke di posko PATEN, Buah Batu, Bandung pada pukul 20.30 Wib.

Rieke mengatakan jika perjuangannya merupakan perjuangan buruh, tani, nelayan, kaum Nahdiyin dan non muslim(agnes).

Rieke: Ribuan Warga Jabar Kehilangan Hak Suara


JAKARTA, KOMPAS.com -- Calon Gubernur Jawa Barat, Rieke Diah Pitaloka menilai, dalam Pilgub Jawa Barat masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaannya. Salah satunya yaitu banyaknya warga yang tidak bisa menggunakan hak suaranya.

"Katanya ada 120 ribu buruh tidak bisa memilih, ada dua ribu tenaga kesehatan dan pasien tidak bisa memilih karena kekurangan kertas suara, masak kaya gitu," ujar politisi PDI Perjuangan, Minggu (24/2/2013).

Rieke juga mengatakan, pihaknya tengah mencoba mengumpulkan data-data terkait berbagai kejanggalan yang terjadi selama proses Pilgub Jabar berlangsung. Data tersebut nantinya akan dipergunakan jika memang diperlukan untuk melanjutkan ke proses hukum.

"Tim advokasi dan hukum sedang mengumpulkan data jumlah orang yang tidak bisa memilih. Ini kan melanggar konstitusi. Ini akan jadi dasar hukum, jika perlu mengadukan gugatan, kenapa tidak. Calon lain juga saya pikir tidak akan terima begitu saja jika banyak pelanggaran," katanya.

Rieke melanjutkan, dia memperjuangkan berjalannya Pilgub yang berlangsung bersih dan adil, bukan untuk mengejar kursi gubernur. Ia mengatakan, puluhan juta rakyat Jabar akan menjadi korban jika pemilihan berjalan secara tidak adil.

"Kita peringatkan siapapun yang bermain-main dengan Pilgub Jawa Barat, bukan soal Rieke dan Teten jadi gubernur. Nasib 49,1 juta rakyat Jawa Barat sedang dipertaruhkan," tandasnya

Rieke Diah Pitaloka: Perjuangan Kita Belum Selesai

 
RMOL. Calon Gubernur Jawa Barat, Rieke Diah Pitaloka, menegaskan hasil hitung cepat beberapa lembaga survei belum final menentukan pemenang Pilkada Jabar.

"Kita tunggu saja dulu hasil perhitungan faktual oleh KPUD," kata Rieke di kediamannya di Depok, Jawa Barat (Minggu, 24/2).

Rieke mengatakan bahwa sesuai dengan aturan UU memang pasangan yang memperoleh suara teratas dan angkanya mencapai 30 persen plus 1 bisa memenangkan pilkada. Namun angka tersebut harus berasal dari Daftar Pemilih Tetap atau DPT, dan bukan berasal dari suara masuk.

"Makanya saya tekankan kita tunggu saja penghitungan faktual," kata Rieke, yang diusung oleh PDI Perjuangan.

Berdasarkan laporan yang masuk, lanjut Rieke, banyak laporan warga Jawa Barat yang terpaksa tak bisa memilih karena hak pilihnya tak diberikan petugas. Karena itu, selain mengucapkan terimakasih kepada warga Jawa Barat yang telah memilihnya, Rieke pun menegaskan bahwa perjuangan belum usai.

"Kita belum selesai. Masih akan ada yang harus diperjuangkan saat perhitungan suara di KPU," demikian Rieke. [ysa]

Rieke-Teten Yakin Dua Putaran

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Meski hasil sejumlah lembaga survei yang melakukan quick count menempatkan pasangan Ahmad Heryawan (Aher)-Deddy Mizwar sebagai pemenang pada Pilgub Jabar 2013, kubu pasangan yang diusung PDIP Rieke-Teten tetap yakin perebutan pucuk pimpinan di Jabar ini akan berlangsung dua putaran.

"Kami menghormati hasil quick count tapi itu tidak bisa menjustifikasi kemenangan pasangan tertentu. Kami hanya taat pada keputusan resmi dari KPU Jabar," kata Plh Ketua DPD PDIP Jabar TB Hasanudin saat jumpa pers di Kantor DPD PDIP Jabar di Bandung, Minggu (24/2/2013).

Saat jumpers tersebut, TB didampingi Cawagub Teten Masduki, Ketua DPP Andreas Pareira, dan Ketua Tim Advokasi Rieke-Teten, Arteria Dahlan.

Menurut Arteria Dahlan, hasil quick count yang digelar PDIP menunjukkan hasil imbang antara pasangan Aher-Mizwar dan Rieke-Teten. Namun Arteria enggan menyebutkan secara rinci hasil quick count internal dari PDIP.

"Pokoknya tidak ada pasangan yang melebihi 30 persen. Rieke-Teten dan Aher-Mizwar nilainya imbang, jadi kami yakin Pilgub Jabar ini berlangsung dua putaran," kata Arteria. (Tribun Jabar/Ichsan)

6 Juta Buruh Jabar Diyakini Pilih Rieke


JAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nuwa Wea meyakini bahwa buruh di wilayah Jawa Barat akan menyumbangkan suaranya untuk pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki. Sebab, Rieke dianggap sebagai teman seperjuangan kaum buruh.

"Banyak cagub yang mengaku dekat dengan buruh, tapi saya tahu bahwa Rieke-lah yang ikut berjuang dengan mereka di jalan memperjuangkan hak mereka," kata Andi saat ditemui di kediaman Rieke di Kukusan, Beji, Depok, Minggu (24/2/2013).

Menurut Andi, jumlah buruh di Jawa Barat mencapai 6 juta orang yang terbagi di 10 kawasan industri. Dengan jumlah yang cukup besar itu, Andi pun meyakini bahwa Rieke dapat meraup suara banyak dalam persaingan memperebutkan kursi nomor satu di Jawa Barat.

Secara khusus, pria ini berharap, seandainya Rieke terpilih nanti tetap mempertahankan pribadinya yang bersahaja dan memperhatikan kaum buruh.

Andi pun mengaku bahwa ia sudah melakukan pengecekan di beberapa wilayah industri, dan buruh yang bekerja diberikan izin atasannya untuk mencoblos. "Kebetulan TPS-nya dekat dengan tempat mereka bekerja, jadi hampir 70% sudah memberikan suara," kata Andi.

Adapun untuk penduduk perkotaan yang masih belum memberikan suara, Andi punya pendapat sendiri. "Dari 40% warga perkotaan yang belum memutuskan memberi suara, semoga 25% bisa lari ke Rieke. Apalagi peristiwa politik yang terjadi dua hari ini juga bisa membawa pengaruh untuk pemilihan suara hari ini," harap Andi.

Rieke Diah Pitaloka: Saya Yakin Semuanya Sudah Diatur oleh Tuhan

DEPOK, KOMPAS.com - Calon Gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka mengaku tidak ada persiapan khusus menjelang pemungutan suara pemilihan gubernur Jawa Barat hari ini, Minggu (24/2/2013). Dia yakin semuanya sudah diatur oleh Tuhan.

"Gusti Allah yang atur. Dengan kejadian belakangan ini, rakyat harusnya bangun. Kita sudah berusaha, tidak menggunakan uang rakyat tidak money politics. Tapi tentu tetap optimis," kata Rieke di kediamannya Jalan KH. Ahmad Dahlan V No. 10 Kukusan, Beji, Depok, Minggu (24/2/2013).

Wanita yang dikenal sebagai aktivis buruh ini mengatakan sudah siap menerima hasil pemungutan suara hari ini. Menurutnya yang terpenting adalah ia dan timnya sudah bekerja keras selama 2,5 bulan ini dengan kampanye yang bersih.

"Kita percaya karena jika mau ada perubahan yang bersih, kampanye yang dilakukan harus bersih, kalau kampanyenya transaksial maka pemerintahannya akan transaksional," imbuhnya.

Sebelum berangkat ke TPS pun, Rieke masih menyempatkan menjalankan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga. Seperti menyiapkan sarapan anak dan suaminya.

"Nanti paling sungkem sama Nenek, rumahnya kan di depan," ujar Rieke sambil tersenyum.

Doa Rieke Diah Pitaloka di Hari Pencoblosan


LENSAINDONESIA.COM: Sebelum menghadapi Hari H, Pilkada Jawa Barat (Jabar), calon gubernur Jabar, Rieke Diah Pitaloka menyempatkan diri memanjatkan doa. Ia berdoa agar diberikan kekuatan melawan kebhatilan.

“Ya Allah, tunjukkan yang benar itu benar, dan beri kami kekuatan untuk perjuangkan kebenaran. Ya Allah, tunjukkan yang bathil itu bathil dan beri kami kekuatan untuk melawan kedzaliman,” doa Rieke.

“Ya Allah. Ya Maalikal Mulki. Ya Dzal Jalali wal ikrom. Mallik li Rieke Diah Pitaloka. Min khairi dunya wal akhirah. Wa dzallil lanaa shi’abahuma. Bi haqqika wa rasulika wa ummiha,” kata Rieke lagi.

“Ya Allah. Wahai pemilik kekuasaan abadi. Wahai pemilik keagungan dan Kemuliaan. Anugerahi Rieke Diah Pitaloka kekuasaan yang memberi kemanfaatan dan kemashlahatan. Beri kami kemudahan, kelancaran dan kesuksesan serta keberkahan,” imbuh Rieke.

“Dengan haqMu. Dengan haq RasulMu. Dengan haq ibu (alm) Tati Djumiati. Bismillah, Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa dan doa rakyat tertindas temani perjuangan kita,” demikian Rieke. @ari

Ke TPS, Rieke Berfoto Dulu dengan Warga

 
TEMPO.CO, Jakarta - Calon gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka datang ke TPS bersama suaminya Dony Gahral. Sebelum mencoblos, Rieke sempat berfoto bersama warga yang mengajaknya berpose.

Warga tersebut kebanyakan memanfaatkan waktu menunggu panggilan untuk berfoto bersama Rieke. "Silakan bagi yang mau foto dengan ibu Rieke, sebelum (Rieke) masuk (TPS)," kata seorang petugas TPS. Rieke dan suami cukup lama di TPS karena banyak yang ingin mengabadikan momen itu.

Rieke dan suami secara berurutan memberikan hak suaranya, yakni nomor urut 184-185. Mereka menggunakan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara 20, Posyandu Melati, RT 03 RW 06, Jl. KH. Ahmad Dahlan, Kukusan, Depok, Jawa Barat.

Warga Jawa Barat hari ini menggunakan hak pilihnya untuk menentukan kepala daerahnya. Seluruh logistik mulai dari kotak suara, surat suara, dan surat undangan yang sebelumnya kurang sudah nyaris dipenuhi. “Kecuali di Kota Bandung masih ada 3000 orang yang sedang diurus surat undangannya hingga pukul 8 malam ini, agar bisa memilih,” kata Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Barat Heri Suherman, Sabtu, 23 Februari 2013.

PILKADA JABAR 2013: Rieke Diah Pitaloka optimistis menang satu putaran


DEPOK: Calon Gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka mengaku optimistis akan memenangkan Pilkada Jabar kali ini. Bahkan katanya, bukan tidak mungkin satu putaran akan dilewatinya dengan kemenangan.

"Yah kita harus optimis lah, kalau perlu yakin menang satu putaran. Tetapi kalau memang harus dua putaran ya kita laksanakan," ujar Rieke usai pencobolosan di Depok, Jawa Barat, Minggu (24/2).

Ia menambahkan, pribadi dirinya beserta tim telah bekerja secara maksimal sehingga kemenangan nanti ditentukan oleh warga itu sendiri.

"Kita sudah kerja maksimal, untuk hasil kita tunggu apa yang diinginkan oleh warga Jawa Barat," ujarnya.

Rieke juga meminta kepada kadernya juga warga Depok dan warga Jabar secara keseluruhan untuk mengawasi adanya kecurangan yang bisa saja terjadi di wilayah masing-masing.

"Saya mengimbau, tidak hanya di Depok tetapi diseluruh Jawa Barat untuk tetap mengantisipasi adanya kecurangan yang terjadi di wilayahnya masing-masing. Kalau ada kecurangan, laporkan saja," tegasnya.

Rieke telah melaksanakan hak suaranya dalam pelaksanaan Pilkada Jabar di TPS 20 RT 03/RW 06 Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat.

Dengan menggunakan sanggul ala Megawati dengan kemeja kotak-kotak khasnya, Rieke mulai melaksanakan hak nya tersebut pada sekitar pukul 08.30 pagi ditemani dengan suaminya Donny Gahral Adian yang menggunakan kemeja batik.

Usia pencoblosan, Rieke langsung menuju Bandung untuk mengikuti proses penghitungan suara di sana. (faa)

Pinjam motor wartawan, Rieke antar neneknya nyoblos

 
Calon Gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka hari ini juga memberikan hak pilihnya. Rieke dan suami menyoblos di TPS 20, Jl KH Ahmad Dahlan, Kukusan, Depok.

Rieke tampak mengenakan baju kotak-kotak didampingi suaminya tiba di TPS sekitar pukul 08.30 WIB. Sebelum nyoblos Rieke tampak menyapa warga yang juga hendak nyoblos.

"Nyoblos juga ya, di TPS berapa bu," sapa Rieke kepada beberapa ibu di TPS tersebut, Minggu (24/2).

Tak sampai 10 menit Rieke dan suami berada di TPS 20. Usai nyoblos, Rieke mengantar neneknya ke TPS 16 dengan meminjam motor wartawan.

"Saya pinjam motornya ya," kata Rieke kepada salah seorang wartawan. Akhirnya, Rieke dibonceng suaminya pakai motor bebek milik wartawan mengantar neneknya menuju TPS 16. Sementara nenek Rieke jalan kaki menuju TPS.

Rieke diah pitaloka mencoblos Di Depok


Depok, 24/2 Calon gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka akan menggunakan hak pilihnya dengan berjalan kaki dari rumahnya, pukul 08.00 - 08.30 Wib.
 
Rieke Memberikan hak pilih di TPS 20 di Posyandu Melati, RT 03 RW 06,Jl. KH. Ahmad Dahlan, Kukusan, Depok.

Selanjutnya pada pukul 12.00 akan menerima kunjungan sahabat dan 14.30. Wib - selesai: Memantau Penghitungan suara di Jl. Buah Batu 75 Bandung.

Rieke Sowan ke Ulama NU

 
JAKARTA, KOMPAS.com — Calon Gubernur Jawa Barat yang diusung PDI-P, Rieke Diah Pitaloka, bersilaturahim dengan sejumlah ulama di wilayah Depok, Jawa Barat, Sabtu (23/2/2013). Selain silaturahim, digelar pula doa bersama untuk pelaksanaan Pilkada Jawa Barat yang lancar, jujur, dan menghasilkan pemimpin yang amanah.

Rieke yang mengenakan pakaian bernuansa putih tiba di Majelis Talim Nurussyafaah di Desa Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, sekitar pukul 20.00 WIB. Ia langsung disambut KH Muchlis Efendi dan Habib Husein Harun Baharun selaku ulama Nahdlatul Ulama Kota Depok.

"Saya pernah berjuang bersama-sama dengan Gus Dur, saya mengharapkan dukungan," kata Rieke.

Rieke juga sempat menyinggung mengenai menurunnya jumlah pondok pesantren di Jawa Barat. Terkait itu, ia sekaligus meminta restu dan berjanji akan lebih memperhatikan pendidikan yang berbasis di pondok pesantren. "Saya pikir ini bukan hanya pertarungan menjadi gubernur atau wakil gubernur, melainkan saya juga melihat ada penurunan jumlah pesantren. Saya akan berjuang untuk masyarakat," ujarnya.

Seperti diberitakan, Minggu (24/2/2013) besok, warga Jawa Barat akan menggunakan hak pilihnya untuk memilih gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat.

Rieke: Jangan Sampai Golput Karena Masalah Teknis


JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Gubernur Jawa Barat (Jabar) Rieke Diah Pitaloka menyayangkan masih banyaknya dugaan pelanggaran menjelang bergulirnya waktu Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar. Namun begitu, ia berharap tak ada warga yang tak memilih karena kesalahan teknis. Rieke menyampaikan, dirinya sangat menyoroti banyaknya warga pemilih yang tidak mendapatkan undangan untuk memberikan suara di waktu pemilihan.

Dengan tegas ia menilai itu sebagai kesalahan teknis karena Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kurang gesit dalam melakukan sosialisasi bahwa warga bisa menunjukan KTP untuk mendapatkan hak pilihnya. "Saya minta tolong, ini tidak tersosialisasi dengan baik. Saya atas nama konstitusi, yang tidak terdaftar itu bukan salah rakyat. Jangan sampai orang tidak memilih bukan karena alasan politik, tapi golput karena masalah teknis," kata Rieke dalam jumpa pers Perkembangan Jelang Pilgub Jabar, di Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (23/2/2013).

Di luar itu, Rieke juga berharap warga Jabar menentukan hak pilihnya dengan baik dan jernih. Karena menurutnya waktu memilih selama lima menit akan menentukan masa depan Jabar dalam lima tahun ke depan. "Kami berkoalisi dengan rakyat. Kami tidak ingin ada gentong bocor," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta warga Jabar memilih dengan baik dan tidak takut dengan tekanan. Hal itu ia katakan untuk mewujudkan hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang kredibel serta membawa Jawa Barat (Jabar) ke arah yang lebih baik.

"Saya meminta rakyat Jabar memilih dengan baik dan tidak harus takut dengan namanya oknum karena mereka seperti buah simalakama. Takut sama siapa? Hantu? Dinding ini sebenarnya berkuping," kata Mega.

Perlu diketahui, pada Minggu (24/2/2013) besok, seluruh warga Jawa Barat akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat. Ada lima pasang calon dalam Pilgub Jabar, yakni Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib, Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul, Dede Yusuf-Lex Laksamana, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, dan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki.

Rieke bakal nyoblos di TPS 26 Beji Depok


Sindonews.com - Calon gubernur Jawa Barat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Rieke Diah Pitaloka akan mencoblos di TPS 26, Kukusan, Beji, Depok, dekat dengan rumahnya. Hal itu diungkapkan suami Rieke, yang juga Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Donny Gahral.

Rencananya ia dan Rieke akan mencoblos antara pukul 07.00-08.00 WIB. Setelah itu mereka akan pergi ke posko Rieke-Teten di Bandung, Jawa Barat untuk menyaksikan hitung cepat.

"Surat undangan sudah kami terima. Setelah menyoblos kami ke Bandung untuk lihat quick count. Mudah-mudahan kami berhasil," imbuhnya kepada wartawan, Jumat (22/02/2013).

Donny menambahkan, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan pada Minggu nanti. Ia hanya mempersiapkan tenda dan kursi-kuris di halaman depan dan di pendopo.

"Tidak ada persiapan khusus. Hanya sediakan makan aja buat temen-temen wartawan. Keluarga besar kami akan hadir. Tokoh-tokoh politik tidak ada yang hadir," paparnya.

Hari ini, Rieke berziarah ke makam ibunya di Garut, Jawa Barat, Jumat (22/2). Hal itu dilakukan sebagai tanda meminta restu kepada orangtuanya sebelum pencoblosan dilakukan.

"Jumat ini kami ziarah ke makam orangtua Rieke di Garut," katanya.

Sementara itu, surat undangan untuk mencoblos belum merata sampai ke warga. Salah satunya di wilayah Tugu, Cimanggis, Depok. Hal itu disebabkan cukup luasnya wilayah tersebut.


"Surat undangan sudah sampai di masing-masing TPS, mungkin belum diberikan saja ke warganya. Wilayah Tugu memang lebih luas," Ketua KPU Kota Depok, Raden Salamun.

Dikatakan Salamun, jumlah TPS di Kelurahan Tugu terbesar dari kelurahan lain di Depok. Yakni sebanyak 148 TPS.

"Satu kecamatan Limo saja TPS nya 120, di Tugu itu satu kelurahan 148 TPS, saking banyaknya penduduk," tandasnya.

Salamun menambahkan, surat undangan sudah sampai ke TPS sejak lima hari yang lalu. Surat undangan dibuat 1.219.354 lembar. Namun,masih terdapat kekurangan undangan sebanyak 25.000 lembar.

Besok Rieke akan Mencoblos Paling Pagi



Tribunnews.com, Depok - Minggu (24/2/2013) adalah hari pemungutan suara dalam Pilgub Jawa Barat. Calon Gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka besok disebutkan akan mencoblos di TPS 26, Kukusan, Beji, Depok, tak jauh dari rumahnya.

"Di Depok dekat rumah, doakan ya," ujar Rieke saat ditemui usai menyambangi markas Slank di Jalan Potlot III, Jakarta Selatan, Jumat (22/2/2013).

Rieke menuturkan rencananya besok ia akan menggunakan hak suaranya sekitar pukul 08.00, baru setelah itu ia meluncur ke Bandung menuju posko pemenangan untuk menyaksikan penghitungan cepat.

Sementara itu Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Teten Masduki tidak memiliki hak suara karena yang bersangkutan memiliki KTP Jakarta. Rencananya saat hari pencoblosan Teten akan menemani ibundanya menggunakan hak suaranya di Garut

"Saya nemenin ibu saya di Garut, setelah itu baru ke Bandung," ungkap Teten.

Seperti diketahui, besok masyarakat Jawa Barat akan menentukan pilihan mereka untuk dijadikan pemimpin tanah parahyangan selama lima tahun ke depan.

Ada lima pasangan calon yang akan berebut suara masyarakat Jawa Barat besok, yaitu pasangan Dikdik Mulyana Arief Mansur dan Cecep NS Toyib, MS Sapiudin (Yance) dan Tatang Farhanul Hakim, Dede Yusuf Macan Efendi dan Lex Lakasama Zain Lan, Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar, serta Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki.

Datangi Markas Slank, Rieke Singgung Anas Urbaningrum


JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur Jawa Barat dari PDI-P, Rieke Diah Pitaloka, mengatakan bahwa kedatangannya ke markas Slank pada Jumat (22/2/2013) malam bertujuan untuk menunjukkan rasa solidaritas sesama aktivis antikorupsi dan bukan karena keputusan KPK yang secara bersamaan telah menetapkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka.

"Kami dengan Slank satu misi untuk menginginkan negeri ini bersih dari korupsi. Jadi, bukan untuk merayakan keputusan KPK ya," ujar Rieke.

Rieke mengunjungi markas Slank yang beralamat di Jalan Potlot III, Kelurahan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, sekitar pukul 22.00, selisih 45 menit dari kedatangan calon gubernur Jawa Barat yang menjadi pasangannya, Teten Masduki, yang tiba sekitar pukul 21.30.

Saat pertama kali datang, para wartawan langsung menanyakan kesiapan Rieke menjelang pelaksanaan Pemilukada Jabar, tetapi Rieke hanya menjawab pertanyaan tersebut dengan bercanda. "Persiapan apa dulu nih, persiapan di Monas?" kelakarnya.

Saat di dalam ruangan, drummer Slank, Bimbim, menyampaikan bahwa dia sangat berterima kasih dengan kedatangan Rieke dan Teten ke markas mereka. Menurutnya, Rieke merupakan wanita cerdas yang sangat jauh berbeda dari karakter yang sering dia perankan di serial televisi.

"Di balik karakter Oneng, itu bukan seorang perempuan bodoh. Tapi, Rieke merupakan wanita yang sangat cerdas," kata Bimbim.Dalam acara tersebut, Bimbim juga memperlihatkan koran bulanan Mawar Merah edisi pertama tahun 2002, yang salah satu rubriknya menampilkan profil tentang Rieke. "Wah udah lama banget nih fotonya, waktu saya masih muda," ujar Rieke.

Rieke: Kami dan Slank Satu Visi Antikorupsi


JAKARTA, suaramerdeka.com - Markas besar Slank di Jalan Potlot III, Duren Tiga, Jakarta Selatan disambangi calon Gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka dan wakilnya Teten Masduki. Keduanya beralasan, Slank memiliki visi yang sama dengan mereka dalam prinsip antikorupsi.

"Kami dengan Slank satu visi antikorupsi, KPK sebagai simbol reformasi, jadi seperti itulah, bukan kami ingin merayakan putusan KPK malam ini," ujar Teten di Markas Potlot, Duren Tiga, Jumat (22/2).

Saat berbincang dengan Slank di lantai dua markar Potlot, Teten sempat bergurau kepada Slank untuk konser di bawah Monas. "Mau konser di bawah Monas nih," ujarnya.

Sementara, Rieke juga sempat melempar candaan saat ditanya persiapannya untuk pencoblosan tanggal 24 Februari nanti. "Persiapan apa nih, persiapan di Monas," celetuk Rieke sambil tersenyum.

Namun, tidak diketahui candaan itu terkait janji Anas siap digantung di Monas jika terbukti terlibat Hambalang, atau bukan.

JK Apresiasi Semangat Rieke dalam Memperjuangkan Masalah Sosial


WartaNews-Jakarta - Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla alias JK mengaku mengapresiasi Calon Gubernur Jawa Barat, Rieke Diah Pitaloka atas prestasinya selama ini sebagai wakil Rakyat.

"Selama ini (Rieke) telah memperjuangkan masalah-masalah sosial dan tentu kita mengapresiasi ini," kata JK di kediamannya di Jalan Brawijaya Nomor 6, Kamis (21/2).

Namun, saat disinggung apakah secara pribadi ia mendukung Rieke sebagai pimpinan Jawa Barat, Jusuf Kalla mengaku menghargai dan mendukung politikus PDI Perjuangan itu.

Selain itu, JK mengaku memberikan apresiasi atas semangat pemeran Oneng tersebut. "Selama ini saya selalu memberikan penghargaan atas semangat Mbak Rieke," ucapnya.

Sebelumnya, Rieke mengaku selain bersilaturahmi, ia membutuhkan masukan dari Jusuf Kalla. "Saya datang bersilaturahmi dengan Pak Jusuf Kalla. Selain juga membutuhkan masukan dari Pak Jusuf Kalla karena ada beberapa rencana dan program yang saya membutuhkan masukan," kata Rieke.

Ia menerangkan, program yang ditanyakan kepada Ketua Umum Palang Merah Indonesia tersebut mengenai persoalan industri kantung darah. Jadi pembicaraan ini di luar Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat.

"Saya yang meminta bertemu dengan Pak Jusuf Kalla karena industri kantung darah itu mendesak bukan hanya Jawa Barat tapi juga bagi Indonesia. Ini isu yang penting untuk seluruh rakyat, " ujar Rieke. (ipk)

Rieke-JK Bicara soal Kantong Darah


JAKARTA, KOMPAS.com — Calon Gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka mengaku, kunjungannya ke kediaman mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, yang kini menjabat Ketua Palang Merah Indonesia, untuk membicarakan kebutuhan kantong darah di daerah. Materi diskusi soal ini, katanya, terkait dengan program yang dirancangnya.

"Ada beberapa rencana dan program yang saya membutuhkan masukan Pak JK. Program terkait persoalan industri kantong darah. Kurang lebih seperti itu," ujar Rieke, saat menyambangi kediaman Jusuf Kalla di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Kamis (21/2/2013).

Rieke yang mendatangi kediaman JK dengan didampingi suaminya, Donny Gahral Adian, mengaku, kedatangannya atas inisiatif sendiri. "Saya yang meminta bertemu dengan Pak JK karena industri kantong darah itu mendesak tidak hanya di Jabar, tapi juga bagi Indonesia," kata calon gubernur dari PDI Perjuangan ini.

Pemilihan Gubernur Jabar periode 2013-2018 akan berlangsung pada 24 Februari 2013. Rieke Diah Pitaloka berpasangan dengan aktivis antikorupsi Teten Masduki. Mereka akan bersaing dengan pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, Dede Yusuf-Lex Laksamana, Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim, dan satu-satunya pasangan independen, yakni Dikdik Mulyana Arif Mansyur-Cecep NS Toyib.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. U.H.P News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger