Headlines News :
Home » » Penjual Nasi Uduk : Rieke Diah itu Calon Gubernur

Penjual Nasi Uduk : Rieke Diah itu Calon Gubernur

Written By gdfgdgdfg on Senin, 21 Januari 2013 | 00.01.00


Ashar baru saja usai ketika Rieke Diah Pitaloka sampai di pesantren Kebon Jambu, Al-Islami. Pesantren yang berada di kawasan Babagan, Ciwaringin, Cirebon ini memang unik. Pesantren yang didirikan oleh KH. Muhammad pada tahun 1993 dan saat ini di pimpin oleh Nyai Hj. Masriyah Amva. Sekitar 1500 Santri begitu bersemangat menyambut Srikandi Jawa Barat itu. Mereka merasa begitu tersanjung dapat bertemu langsung dengan calon Gubernur. 

Pilihan Rieke untuk bertemu dengan keluarga besar pesantren Kebun Jambu, memiliki alasan kuat. Dimana pesantren itu saat ini memiliki ciri khas tentang kajian kitab kuning dan telah meluluskan ribuan santri yang berkualitas. Selain itu pesantren ini dipimpin langsung oleh seorang perempuan. Dimana dalam hal ini menunjukkan bahwa pesantren Kebun Jambu menerima kepemimpinan seorang perempuan. Bagi Rieke hal ini sejalan dengan perjuangannya saat ini.

Kekaguman Rieke bertambah pada pesantren Kebun Jambu. Santri berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti Nusa Tenggara Barat, Jakarta, Sumatera, dan sekitar Jawa Barat. Nyai Masriyah juga mengajarkan bagaimana pendidikan di pesantren itu memiliki pemahaman tentang hak-hak perempuan, pendidikan tentang keberagaman serta seni. Dalam bidang seni Masriyah telah menulis buku puisi Ketika Aku Gila Cinta (2007), Setumpuk Surat Cinta (2008) dan Ingin Di Mabuk Asmara (2009).

Masryiah, Perempuan berbadan kurus dan mengenakan kerudung itu tersenyum ramah menerima kedatangan Rieke. Ia bertutur tentang perjuangan panjangnya sebagai perempuan di lingkungan pesantren. Bagaimana masa-masa sulit memimpin pesantren ini dialami. Masryiah juga menyampaikan pergulatan memimpin pesantren di tengah-tengah masyarakat Cirebon. Baginya perjuangan perempuan untuk menjadi pemimpin itu perlu kerja keras, pengalamannya selama ini telah mengajarkan demikian. Termasuk aktivitas Masryiah di lingkungan masyarakat dalam bidang pemberdayaan ekonomi.

Dalam kunjungan kali ini Rieke juga melakukan sharing pengalaman dengan para santri. Menurutnya pengalaman hidup seseorang akan memperkuat perjalanan hidup kelak. Meskpiun saat ini orang melihat Rieke sebagai politisi dan dikenal orang, namuan mereka tidak tahu juga bahwa masa-masa kecil Rieke dilalui dalam situasi yang sulit. Ia mencerikan bahwa dulu pernah menjadi penjual jamu, jualan nasi uduk dan menjaga warung nasi milik orang tuanya. Masa-masa itu menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Rieke berpesan kepada para santri, meskipun mereka berasal dari keluarga yang kurang beruntung, misalnya yatim piatu, namun semangat untuk meraih cita-cita tidak boleh surut. Perjuangan harus terus dilakukan.

Ribuan santri begitu takjub mendengar kisah masa lalu Rieke. Sebelum mengakhiri kunjungannya kali ini para santri menitipkan doa dan harapan, agar kelak Rieke menjadi pemimpin yang amanah dan berhasil mewujudkan Jawa Barat yang humanis dan mengayomi rakyat kecil.

Senja hampir usia, ketika Rieke bersalaman dengan para santri. Dengan pelukan penuh persahabatan Msryiah mengantarnya kembali ke mobil. Dua perempuan hebat itu telah bertemu untuk saling menguatkan dan membagi energy perjuangan. Lambaian para santri laksana lantunan sholawat yang terus mengiringi langkahnya. Mereka adalah bagian dari doa dan perjuangan seorang Rieke Diah Pitaloka.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. U.H.P News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger