BATUJAYA, KarawangNews.com – Calon Gubernur Jawa Barat, Rieke Diah Pitaloka meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mencairkan anggaran bantuan bencana alam yang diprioritaskan kepada daerah banjir sebesar Rp 31,9 miliar. Rieke juga menegaskan 55 persen dari Rp 700 miliar dana perbaikan Sungai Citarum diduga hilang, mengingat kondisi normalisasi Sungai Citarum secara kasat mata masih terlihat buruk.
Hal itu dia nyatakan ketika meninjau langsung pengungsi banjir di Desa Karya Makmur, juga melihat langsung kerusakan tanggul Sungai Citarum yang jebol di Desa Teluk Bango, Senin (21/1/2013) siang. Kunjungan Rieke ini didampingi anggota Komisi A DPRD Jawa Barat, H. Deden Darmansah dan Ketua DPRD Karawang, H. Tono Bahtiar, serta relawan Rieke-Teten dan kader PDI Perjuangan. Kata Rieke, jika proyek perbaikan Sungai Citarum ini tepat waktu dan tidak ada korupsi, maka banjir seperti ini tidak akan terjadi.
“Kami meminta pertanggung jawabannya dari pemerintah pusat dan daerah, juga kepada DPR RI, kenapa banjir ini bisa terjadi. Secara administrasi ini proyek nasional, dimana provinsi terlibat dalam proyek apapun, Pempov Jabar pun harus melakukan intervensi terjadinya banjir yang disebabkan turunnya air dari Bandung, kemudian turun ke Saguling, Citara hingga ke Walahar yang turun dibagi dua ke Kalimalang dan ke Batujaya,” jelasnya.
Untuk penanganan banjir kedepan, Rieke telah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi, untuk melakukan perbaikan saluran dari hulu hingga hilir. Mengingat selama ini persoalannya selalu dilematis, karena curah hujan dari Bandung, Bogor termasuk Cianjur, airnya turun ke hilir yaitu ke Jakarta dan Karawang. Bahkan untuk menyelamatkan supaya Jakarta tidak banjir besar, Karawang pun jadi korban pengalihan air tersebut di bendungan Cirata.
Selama meninjau pengungsi dan titik banjir di Batujaya, Rieke mendapat sambutan antusias warga setempat, hampir 2 km meter Rieke diarak warga berjalan kaki menuju tanggul yang jebol tersebut. Aktivis perempuan ini pun menyambangi beberapa warga yang sakit di tenda pengungsian, dia pun meminta warga kritis menanggapi banjir ini, karena banjir akibat Citarum ini bukan sekedar bencana alam, melainkan kelalaian manusia. (spn)
