Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengajak kaum perempuan khususnya di Jawa Barat untuk memilih pemimpin perempuan untuk perubahan. Hal ini disampaikan Megawati saat menghadiri rapat akbar bersama calon Gubernur Jawa Barat, Rieke Diah Pitaloka, di Gedung Kesenian Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Selasa (12/2/2013).
"Perempuan paling tahu persoalan yang berkaiatan dengan ekonomi keluarga. Hanya perempuan yang tahu berapa harga daging atau cabe. Hanya perempuan yang berfikir untuk kesejahteraan masyarakat," ujar Megawati.
Dengan memilih pemimpin perempuan, kata Megawati, dia juga mengajak masyarakat untuk mengakhiri persoalan korupsi dan pembodohan yang selama ini masih membelenggu. Megawati memberi contoh sosok Dewi Sartika, tokoh perempuan yang pintar dan ingin mengakhiri kebodohan. ”Contohlah perjuangan Dewi Sartika, dan dalam sosok Rieke, semua itu ada. Kurang apa lagi?” katanya.
Megawati menambahkan, adanya pemimpin perempuan berarti menumbuhkan harapan baru untuk menghentikan segala bentuk penindasan dan kekerasan terhadap perempuan. Dewi Sartika telah mendobrak perubahan pada jamannya. Ia telah melihat ketidakadilan terhadap perempuan, untuk itu saatnya perempuan Jawa Barat melanjutkan perjuangan itu,” katanya.
Menurut Megawati, Rieke Diah Pitaloka adalah perempuan yang memiliki spirit untuk menata kehidupan Jawa Barat. “Jumlah pemilih perempuan di Jawa Barat besar, maka seharusnya perempuan memilih perempuan, tentunya yang berkualitas,” katanya.
Megawati berharap masyarakat Jawa Barat dapat menentukan pilihan gubernur dan wakil gubernur dengan cerdas saat pencoblosan tanggal 24 Februari mendatang. "Jangan asal memilih yang ganteng tapi tidak mengerti persoalan masyarakat, lalu semua dikorupsi. Apa tidak kapok dibohongi terus?” ujar Megawati.
Pada cara itu tampak hadir sejumlah artis yang terjun ke dunia politik dan menjadi kader PDI Perjuangan seperti Rano Karno, Dedi ‘Miing’ Gumelar, dan Edo Kondologit.***
"Perempuan paling tahu persoalan yang berkaiatan dengan ekonomi keluarga. Hanya perempuan yang tahu berapa harga daging atau cabe. Hanya perempuan yang berfikir untuk kesejahteraan masyarakat," ujar Megawati.
Dengan memilih pemimpin perempuan, kata Megawati, dia juga mengajak masyarakat untuk mengakhiri persoalan korupsi dan pembodohan yang selama ini masih membelenggu. Megawati memberi contoh sosok Dewi Sartika, tokoh perempuan yang pintar dan ingin mengakhiri kebodohan. ”Contohlah perjuangan Dewi Sartika, dan dalam sosok Rieke, semua itu ada. Kurang apa lagi?” katanya.
Megawati menambahkan, adanya pemimpin perempuan berarti menumbuhkan harapan baru untuk menghentikan segala bentuk penindasan dan kekerasan terhadap perempuan. Dewi Sartika telah mendobrak perubahan pada jamannya. Ia telah melihat ketidakadilan terhadap perempuan, untuk itu saatnya perempuan Jawa Barat melanjutkan perjuangan itu,” katanya.
Menurut Megawati, Rieke Diah Pitaloka adalah perempuan yang memiliki spirit untuk menata kehidupan Jawa Barat. “Jumlah pemilih perempuan di Jawa Barat besar, maka seharusnya perempuan memilih perempuan, tentunya yang berkualitas,” katanya.
Megawati berharap masyarakat Jawa Barat dapat menentukan pilihan gubernur dan wakil gubernur dengan cerdas saat pencoblosan tanggal 24 Februari mendatang. "Jangan asal memilih yang ganteng tapi tidak mengerti persoalan masyarakat, lalu semua dikorupsi. Apa tidak kapok dibohongi terus?” ujar Megawati.
Pada cara itu tampak hadir sejumlah artis yang terjun ke dunia politik dan menjadi kader PDI Perjuangan seperti Rano Karno, Dedi ‘Miing’ Gumelar, dan Edo Kondologit.***
