Headlines News :
Home » » Pasangan Rieke – Teten Menolak Politik Uang

Pasangan Rieke – Teten Menolak Politik Uang

Written By gdfgdgdfg on Sabtu, 09 Februari 2013 | 17.16.00


Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka - Teten Masduki menolak melakukan politik uang saat menjalankan kampanye. Hal ini merupakan bentuk komitmen mereka untuk mendorong pendidikan politik yang bersih dan jujur.

Salah satu penolakan terhadap politik uang ini diperlihatkan Teten Masduki saat mengunjungi Pasar Simpang dan Pasar Rebo Kabupaten Karawang Sabtu (9/2/2013) pagi. Di dua tempat ini, Teten bertemu dengan para pedagang dan warga sekitar serta melakukan dialog dengan mereka.

Sejumlah warga mengeluhkan nasib mereka berkaitan dengan rencana Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang membongkar Pasar Rebo. Mereka menolak dipindahkan ke lokasi baru karena biaya untuk mendapatkan kios mereka rasa cukup berat. Persoalan ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Bahkan pada Mei tahun lalu, ribuan warga dan pedagang sempat melakukan aski protes menolak pembongkaran pasar Rebo. Akibatnya, aksi penolakan ini sempat membuat lumpuh jalur Subang – Bandung sekitar delapan jam.

Saat dialog itulah, ada warga yang meminta Teten menyumbangkan uang untuk membantu mereka yang tengah memperjuangkan nasib menolak direlokasi tersebut. Teten langsung menolak permintaan mereka dan mengatakan jika dia memberikan uang maka itu dapat dikategorikan politik uang (money politics). “Tidak sekarang dan tidak disini karena kalau saya memberikan uang kepada bapak-bapak, maka itu akan menjadi politik uang dan tidak mendidik,” ujar Teten.

Teten mengatakan, sebaiknya warga memilih pasangan Paten saat pemilihan gubernur tanggal 24 Februari nanti. Jika terpilih, kata Teten, maka dia dan Rieke akan memberi “balas jasa” kepada warga dengan membuat program yang berpihak kepada rakyat.

Menurut Teten, pembongkaran pasar tradisional menjadi pasar modern merupakan perubahan yang sulit dihindari. Namun kata Teten, pelaksanaannya jangan sampai merugikan para pedagang dengan beban biaya pembelian lokasi baru yang sulit dijangkau.

Teten juga sempat menyinggung jumlah minimarket yang terus melambung menyaingi pasar dan warung tradisional. Hal ini sangat memberatkan pedagang kecil karena satu minimarket dapat membunuh sekitar 20 warung kecil. “Karena itu jika terpilih, maka kami akan mendorong pengetatan izin minimarket ini,” kata Teten.

Dialog dengan para pedagang tidak hanya dilakukan Teten di dua pasar itu. Seusai dari Purwakarta, Teten dan rombongan bertolak menuju Pasar Cikampek untuk berdialog dengan pedagang di sana. Setelah itu Teten melakukan konsolidasi dengan para pendukung Paten di posko relawan Cikampek. Rencananya malam ini mereka akan menginap di Kuningan atau Indramayu untuk mempersiapkan kampanye besok yang dijadwalkan di Jabar Timur.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. U.H.P News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger