Liputan6.com, Jakarta : Jika terpilih memimpin Jabar, Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki tidak akan meniru gaya manajemen Gubernur Ahmad Heryawan atau Aher.
Rieke menilai manajemen pemerintahan Jabar saat ini 'aya-aya wae' alias mengada-ada. Ia yakin jika nanti pemerintahan di bawah kendalinya dengan motto Jabar Baru Bersih akan lebih baik.
"Kami tidak gunakan paradigma berpikir dan manajemen pemerintahan yang mengada-ada, bahasa Sundanya 'aya-aya wae', yang tidak perlu diada-adakan, yang perlu jangan dibesar-besarkan," ucap Rieke saat konferensi pers konsolidasi pemenangannya di DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Senin, (4/2/2013).
Cagub tatar pasundan itu mengaku saat ini yang terjadi di Pemprov Jabar, tercermin dari subtansi anggaran. Misalnya pendidikan yang tidak sampai 20%, bahkan kalah oleh kabupaten atau kotanya. Lebih miris lagi, Jabar yang merupakan daerah agraris, provinsinya hanya menetapkan angggaran untuk pertanian sebesar 1%.
"Pemerintah Provinsi Jabar menerapkan manajemen pemerintahan yang mengada-ada. Jabar yang agraris itu cuma 1% untuk pertanian. Itu yang kita sebut manajemen dan paradigma yang mengada-ada," cetus Rieke.
Dia berharap dari arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar dirinya dapat memenangkan pilkada ini demi membenahi Jabar, dipatuhi DPD dan DPC PDIP se-Jabar. Begitu juga dengan pejabat daerah di Jabar asal PDIP.
"Ibu Ketum menyampaikan pesan perubahan di Jawa Barat, menyinggung soal korupsi juga. Kami diminta sukses membangun Jabar. Kenapa beliau minta kami menang dan membangun Jabar, karena Jabar adalah barometer politik Indonesia," jelas Rieke.
Ia pun meyakini, meski pendanaan tidak terlalu besar, namun fenomena Jokowi memenangkan DKI Jakarta, akan terjadi di Jabar. Meski demikian pertempuran di Jabar tidaklah mudah.
"Jadi jangan kecil hati. Tidak ada uang, bukan berarti melempem, tidak bisa berjuang. Justru karena tidak ada uang, jadi berjuangnya harus lebih semangat. Saya tahu kawan-kawan dari DPC hingga anak ranting ini mesin partai yang paling bergerak," pungkas Rieke.(Edo/Sss)
