KORANBOGOR.com,BOGOR-Kecelakaan kembali terjadi di kampung Cigoong Rt 12/04, dusun Karanghegar, Kilometer 105+100, kereta api jurusan Cirebon-Jakarta, Pabuaran, Subang. Sabtu, 9/02, pukul 09.27.Empat orang pelajar menjadi korban kecelakaan di perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu.
Korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut bernama: Saipul Anwar bib Sarpin, lahir 02/06/2004, warga kampung Barugbug, Karanghegar. Muhammad Rizal Setiawan, lahir 24/05/2004. Reks Hidayat, lahir 08/08/2004, warga Cogoong, Karanghegar.Habib Anjar, lahir 03/06/2004, warga Karanghegar.
Kecelakaan ini menambah daftar panjang, dalam duni transportasi khususnya kereta api. Perlintasan kereta api yang dibiarkan tanpa palang pintu merupakan pengabaian terhadap keselamatan masyarakat.
Data PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi II Bandung tahun 2011 terdapat 689 pintu perlintasan kereta. Perlintasan Yang tidak terjaga ada 495. Hal ini tentu harusnya menjadi perhatian PT KAI agar tidak jatuh korban berikutnya. Hal ini merupakan bentuk kelalain PT KAI dan pengabaian terhadap keselamatan penumpang, pejalan kaki, maupun pengguna kendaraan lainnya.
Saya Rieke Diah Pitaloka, menyampaikan turut berbela sungkawa atas jatuhnya korban pada hari ini. Kemudian saya juga sampaikan agar PT KAI memperbaiki sistem keamanan ditiap perlintasan kereta api dengan wajib menyediakan palang pintu demi keselamatan public. Selain itu PT KAI juga harus turut menurunkan angka kecelakaan dengan meningkatkan sistem keamanan di tiap pintu perlintasan. (kbc.PR)
Korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut bernama: Saipul Anwar bib Sarpin, lahir 02/06/2004, warga kampung Barugbug, Karanghegar. Muhammad Rizal Setiawan, lahir 24/05/2004. Reks Hidayat, lahir 08/08/2004, warga Cogoong, Karanghegar.Habib Anjar, lahir 03/06/2004, warga Karanghegar.
Kecelakaan ini menambah daftar panjang, dalam duni transportasi khususnya kereta api. Perlintasan kereta api yang dibiarkan tanpa palang pintu merupakan pengabaian terhadap keselamatan masyarakat.
Data PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi II Bandung tahun 2011 terdapat 689 pintu perlintasan kereta. Perlintasan Yang tidak terjaga ada 495. Hal ini tentu harusnya menjadi perhatian PT KAI agar tidak jatuh korban berikutnya. Hal ini merupakan bentuk kelalain PT KAI dan pengabaian terhadap keselamatan penumpang, pejalan kaki, maupun pengguna kendaraan lainnya.
Saya Rieke Diah Pitaloka, menyampaikan turut berbela sungkawa atas jatuhnya korban pada hari ini. Kemudian saya juga sampaikan agar PT KAI memperbaiki sistem keamanan ditiap perlintasan kereta api dengan wajib menyediakan palang pintu demi keselamatan public. Selain itu PT KAI juga harus turut menurunkan angka kecelakaan dengan meningkatkan sistem keamanan di tiap pintu perlintasan. (kbc.PR)
