Rieke Diah Pitaloka seorang aktivis perempuan, aktivis sosial dan buruh serta anggota komisi IX DPR RI dan sebagai Calon Gubernur Jawa Barat berpasangan dengan Teten Masduki, melakukan kegiatan sosialisasinya dibeberapa tempat di Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi.
Agenda pertama adalah pasar lembang, sekitar 5000 massa memadati lokasi yg bertepatan di pasar Lembang, kegiatan kedua bertemu kader partai dari DPC - ank ranting agendnnya konsolidasi untuk memenangkan pasangn PATEN, sekitar 2000 massa memenuhi gedung AHAS di lembang. Agenda ketiga bertemu buruh di PT. Matahari Sentosa, ke empat bertemu masyarakatcibereum kidul jl. Kebon kopi kec. Cimahi selatan di halaman bpk cece Tarman suandi, ke 5 bertemu masyarakat paniisan kel. Cigugur tengah kec. Cimahi tengah kota Cimahi.
Dari rangkain acara tersebut Rieke mengajak masyarakat untuk melawn korupsi dan politik transaksional, Rieke menegaskan politik transaksional identik dengan korupsi, karna politik transaksional bermodalkan cost yang begitu banyak, sehingga memacu seseorang untuk mengeruk kekayaan yg lebih banyak bila terpilih menjadi pemimpin.
Tidak itu juga Rieke menawarkan kepada masyarakat sebuah konsep menarik yaitu "Kartu Jabar Bangkit" kartu multifungsi, kartu yg dapat membuat berkurangnya beban masyarakat, sebuah kartu sakti mandraguna karna dapat mnjamin atw menanggung kesehatan serta pendidikan masyarakat kearah yang lebih baik. Dengan kartu JABAR Bangkit anak - anak tukang beca, supir, Tukang baso, sayur, kebon, ojek, nelayan, petank, buruh tani, buruh dll dapat terjamin sampain Sarjana, dan bakal di angkat mnjadi anak provinsi Jawa Barat dan tidak boleh adalagi rakyat miskin di usir dari rumah sakit karna miskin begitu yg disampaikan RDP.[nat]
