Bandung, 11/02/2013
Memasuki hari kelima masa kampanye, Calon Gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka melakukan kunjungan ke sejumlah tempat di Jabar Tengah. Rieke antara lain bertemu dengan para pedagang di Pasar Lembang Kabupaten Bandung Barat, Senin (11/2/2013). Kegiatan ini disambung dengan sosialisasi bersama ribuan pendukung yang memenuhi gedung AHAS Lembang.
Setelah itu Rieke dan rombongan bertemu dengan buruh PT. Matahari Sentosa dan masyarakat Cibereum Kidul Jalan Kebon Kopi Kecamatan Cimahi Selatan. Setelah itu sosialisasi dilanjutkan dengan bertemu masyarakat Paniisan Kelurahan Cigugur Tengah Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi.
Di Cimahi, Rieke sempat mengunjungi korban malpraktek, yaitu seorang bocah bernama Nazila (5 tahun). Bocah yang tinggal di Parapatan Sukawargi RT 3 RW 13 Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi ini menderita karena mengalami malpraktik.
Dengan kondisi keluarga yang serba kekurangan, keluarga mengaku mendapat ujian yang sangat berat dengan kejadian yangmenimpa anaknya. Rieke mengutarakan, seharusnya Nazila mendapatkan Jamkesmas. “Ini bukti tidak adanya tanggung jawab dari pemerintah atas kejadian yang menimpa Nazila,” kata Rieke.
Mengajak Melawan Korupsi
Pada rangkaian kampanye hari ini Rieke tetap mengajak masyarakat untuk melawan korupsi dan politik transaksional. Rieke menegaskan politik transaksional identik dengan korupsi. “Karena politik transaksional bermodalkan biaya yang begitu banyak, sehingga memacu seseorang untuk mengeruk kekayaan yang lebih banyak bila terpilih menjadi pemimpin nanti,” kata Rieke.
Tak lupa, anggota komisi IX DPR RI itu menawarkan sebuah konsep menarik yaitu "Kartu Jabar Bangkit" yang multifungsi. Kartu yang dapat mengurangi beban masyarakat ini dapat menjamin atau menanggung kesehatan serta pendidikan masyarakat ke arah yang lebih baik.
Dengan kartu Jabar Bangkit anak - anak tukang beca, supir, tukang baso, sayur, kebon, ojek, nelayan, petank, buruh tani, buruh dan lain-lain dapat terjamin sampai sarjana. Selain itu akan diangkat menjadi anak provinsi Jawa Barat dan tidak boleh ada lagi rakyat miskin diusir dari rumah sakit karena miskin,” kata Rieke.
Selain itu, di hadapan ribuan pendukungnya, Rieke mengatakan pelaksanaan pemilihan gubernur Jawa Barat mendatang harus berlangsung secara jujur, adil, dan transparan. Karena itu, untuk merealisasikan hal tersebut, Rieke meminta semua masyarakat Jawa Barat untuk turut berpartisipasi mengawasi jalannya pemilihan kepala daerah (pilkada) ini.
Ajakan Rieke ini langsung disambut teriakan ‘Merdeka’ oleh para kader. Mereka yang hadir siap memenangkan Pilkada Jawa Barat yang akan digelar Minggu, 24 Februari mendatang.
“Saya mengajak semua kader partai menjadi saksi dalam setiap tempat pemungutan suara, jangan sampai masyarakat tidak memilih karena tidak terdaftar. Dan ini terjadi karena kesalahan penyelenggara pemilu”, ujar Rieke.***
Memasuki hari kelima masa kampanye, Calon Gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka melakukan kunjungan ke sejumlah tempat di Jabar Tengah. Rieke antara lain bertemu dengan para pedagang di Pasar Lembang Kabupaten Bandung Barat, Senin (11/2/2013). Kegiatan ini disambung dengan sosialisasi bersama ribuan pendukung yang memenuhi gedung AHAS Lembang.
Setelah itu Rieke dan rombongan bertemu dengan buruh PT. Matahari Sentosa dan masyarakat Cibereum Kidul Jalan Kebon Kopi Kecamatan Cimahi Selatan. Setelah itu sosialisasi dilanjutkan dengan bertemu masyarakat Paniisan Kelurahan Cigugur Tengah Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi.
Di Cimahi, Rieke sempat mengunjungi korban malpraktek, yaitu seorang bocah bernama Nazila (5 tahun). Bocah yang tinggal di Parapatan Sukawargi RT 3 RW 13 Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi ini menderita karena mengalami malpraktik.
Dengan kondisi keluarga yang serba kekurangan, keluarga mengaku mendapat ujian yang sangat berat dengan kejadian yangmenimpa anaknya. Rieke mengutarakan, seharusnya Nazila mendapatkan Jamkesmas. “Ini bukti tidak adanya tanggung jawab dari pemerintah atas kejadian yang menimpa Nazila,” kata Rieke.
Mengajak Melawan Korupsi
Pada rangkaian kampanye hari ini Rieke tetap mengajak masyarakat untuk melawan korupsi dan politik transaksional. Rieke menegaskan politik transaksional identik dengan korupsi. “Karena politik transaksional bermodalkan biaya yang begitu banyak, sehingga memacu seseorang untuk mengeruk kekayaan yang lebih banyak bila terpilih menjadi pemimpin nanti,” kata Rieke.
Tak lupa, anggota komisi IX DPR RI itu menawarkan sebuah konsep menarik yaitu "Kartu Jabar Bangkit" yang multifungsi. Kartu yang dapat mengurangi beban masyarakat ini dapat menjamin atau menanggung kesehatan serta pendidikan masyarakat ke arah yang lebih baik.
Dengan kartu Jabar Bangkit anak - anak tukang beca, supir, tukang baso, sayur, kebon, ojek, nelayan, petank, buruh tani, buruh dan lain-lain dapat terjamin sampai sarjana. Selain itu akan diangkat menjadi anak provinsi Jawa Barat dan tidak boleh ada lagi rakyat miskin diusir dari rumah sakit karena miskin,” kata Rieke.
Selain itu, di hadapan ribuan pendukungnya, Rieke mengatakan pelaksanaan pemilihan gubernur Jawa Barat mendatang harus berlangsung secara jujur, adil, dan transparan. Karena itu, untuk merealisasikan hal tersebut, Rieke meminta semua masyarakat Jawa Barat untuk turut berpartisipasi mengawasi jalannya pemilihan kepala daerah (pilkada) ini.
Ajakan Rieke ini langsung disambut teriakan ‘Merdeka’ oleh para kader. Mereka yang hadir siap memenangkan Pilkada Jawa Barat yang akan digelar Minggu, 24 Februari mendatang.
“Saya mengajak semua kader partai menjadi saksi dalam setiap tempat pemungutan suara, jangan sampai masyarakat tidak memilih karena tidak terdaftar. Dan ini terjadi karena kesalahan penyelenggara pemilu”, ujar Rieke.***
