SUKABUMI-Calon Gubernur (Cawagub) Jawa Barat (Jabar) Rieke Diah Pitaloka meminta masyarakat mengawasi penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), hal ini dilakukan mengantisipasi adanya DPT ganda. Pasalnya kejadian DPT ini kerap terjadi dalam setiap pelaksanaan Pilkada, bahkan hal ini pernah terjadi pada tahun 2009.
“DPT ganda, atau masyarakat yang sudah hak tetapi tidak mendapatkan DPT ini menjadi persoalan serius, sangat berpengaruh kepada jalanya demokrasi. Dari itu pihak yang terlibat mesti melakukan Cheking termasuk masyarakat,” ungkap cagub nomor urut lima di sela acara Grand OPP Akbar Nasional Melia Sehat Sejahtera, yang berlangsung di gedung hesti center, Karangtengah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Menurut wanita yang berpasangan Teten Masduki ini bahwa DPT merupakan sebuah pengakuan demokrasi untuk masyarakat karena terlibat secara langsung menggunakan haknya sebagai aspirasi kepada pemimpinanya kelak. Dari itu bukan hanya masyarakat, kader partai pun akan mendesak KPU untuk teliti dalam menetapkan DPT ini.
“Mari saling kita mengawasi dan terlibat secara langsung jalanya demokrasi ini, demi majunya jabar,” ungkapnya.
Sedangkan, diperkirakan jumlah DPT Jabar lebih dari 32 juta orang. DPT ini sangat penting, sebab bila ada yang belum terdaftar, mereka tidak bisa ikut mencoblos pada 24 Februari 2013.
Sementara, dalam acara Grand OPP Akbar Nasional Melia Sehat Sejahtera diikuti ratusan member yang berasal dari penjuru nusantara. Melia Sehat Sejatera ini merupakan wadah usaha yang bergerak dengan sistem multi level. Dalam kesempatan tersebut, hadir anggota DPR RI, Sukur Nababan yang secara langsung memberikan motivasi kepada member. (dri)
