Tabanan Targetkan PAS Menang 71 Persen : Megawati Bangkitkan Darah Merah Banteng Tabanan
TABANAN – Diawali oleh Wakil Sekjen DPP PDIP Hasto Kristyanto, agenda Konsolidasi Kader PDI Perjuangan Tabanan membangkitkan semangat ribuan kader banteng Tabanan di Gedung Kesenian I Ketut Marya, Selasa (16/4/2013). Semangat para militan partai bergambar banteng gemuk dalam lingkaran sudah nampak sejak pagi hari, meskipun agenda tunggal mendengarkan pengarahan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri baru dimulai sekitar jam 11.00 Wita. Meskipun hari itu bukanlah jadwal kampanye namun areal gedung Maryo semarak dengan warna merah. Mereka yang hadir bukan saja dari unsur struktural namun juga dari sayap partai seperti BMI dan Repdem.
Hasto yang tampil energik membakar semangat peserta konsolidasi yang sejatinya berlangsung secara tertutup namun karena memakai sound system yang cukup keras sehingga apa yang disampaikan terdengar sampai di lura gedung.
“Tabanan telah membuktikan diri sebagai kandang banteng terdepan di pulau dewata ini, sehingga tidak perlu diragukan, pasangan Puspayoga Sukrawan pasti akan jawara di kabupaten ini” Ujar Hasto yang disambut gegap gempita peserta yang memenuhi gedung kesenian tertua di Tabanan itu dengan yel-yel PAS menang menang menang.
Suasana yang penuh semangat semakin menggelegar saat Megawati Soekarno Putri memberikan pengarahannya. Ia menekankan agar kader PDI Perjuangan selalu mengedepankan soliditas partai, karena hanya dengan organisasi yang solid akan mampu merebut setiap agenda politik yang ada.
Megawati juga mengajak kadernya baik yang duduk di struktur, eksekutif, legislatif maupun tidak duduk dimana-mana, untuk selalu berbuat untuk rakyat dan selalu dekat dengan mereka. Ia menegaskan tidak ada kader yang merasa tidak dipakai karena kualitas kader bukan ditentukan oleh jabatan yang diembannya namun lebih kepada apa yang dilakukan. Siapa yang sungguh-sungguh berbuat, siapa yang hanya mengaku berbuat.
“Meskipun sekarang menjadi pejabat namun jika tidak pernah turun itu bukan kader berkwalitas. Sebaliknya jika kader yang tidak menduduki jabatan namun selalu berbuat untuk rakyat dialah kader sejati PDI Perjuangan” Tandas Megawati.
Khusus menyambut hajatan bergengsi Pilgub Bali 15 Mei mendatang, ia meyakinkan kalau ketokohan Puspayoga Sukrawan (PAS) tidak perlu diragukan. Kedua sosok itu adalah warga terbaik Bali yang merupakan kader terbaik dari PDI Perjuangan. Keduanya memulai perjuangan dari bawah, berkeringat membangun partai dan tentunya sangat memahami Bali yang sesungguhnya.
“Dalam bingkai membangun Bali yang lebih baik, Puspayoga Sukrawan adalah duet yang PAS” Tegasnya yang kembali dijawab dengan gemuruh teriakan peserta “siap menang”.
Kemudian dengan tegas Megawati mewarning kader yang akan maju dalam Pemilihan Legsilatif mendatang, dimana saat ini DCS sedang digodok, agar pemenangan PAS menjadi ujian. Bagi kader yang gagal memenangkan PAS di wilayahnya mendapat sanksi berat termasuk pencoretan namanya dari pencalonan.
“Jangan masuk PDI Perjuangan semata-mata untuk mencari pekerjaan karena partai bukanlah perusahaan” Tegas Megawati.
Ia menandaskan ke semua kadernya agar mengedepankan loyalitas dan komitmen untuk membesarkan partai. Bagi mereka yang loyal dan membuktikan diri selalu bekerja untuk partai, mereka wajib diberikan kesempatan untuk menjadi petugas partai.
“Dibutuhkan kerja keras dan perjuangan tak pernah henti sebelum mendapatkan kesempatan maju. Loyalitas ditunjukkan dengan ideologi partai yang menyatu dengan rakyat dengan mengedepankan kepentingan rakyat diatas kepentingan sendiri” Tegasnya lagi.
Pada kesempatan itu Presiden pengganti Gusdur itu menyindir para mantan kadernya yang merasa kecewa dan loncat pagar namun masih selalu usil dengan kondisi internal PDI Perjuangan. Menurut Mega, mereka semestinya legowo, dan urus partai sendiri jangan sok mengurus partai yang telah ditinggalkan.
Dalam acara konsolidasi yang dighadiri kader PDI Perjuangan Ni Putu Eka Wiryastuti, Ketua DPC PDI Perjuangan I Ketut Suryadi mengatakan telah memasang target kemenangan PAS minimal 71 persen. Angka optimis itu didasari pengalaman Pileg 2009 dan Pilkada 2010. Ia menyebutkan dalam Pilgub Bali ini DPC telah menyiapkan saksi sebanyak 1.506 saksi di TPS dan akan mengawal secara ketat proses pemilihan sampai kepada hasilnya yang jujur dan adil.
